alexametrics

PREVIEW Juventus vs FC Barcelona: Ujian Nyata Il Mio Calcio

28 Oktober 2020, 19:48:35 WIB

JawaPos.com – Andrea Pirlo termasuk ”siswa” terbaik dari Coverciano. Sebulan lalu, Pirlo menuntaskan lisensi kepelatihan UEFA Pro sebagai lulusan terbaik kedua setelah Thiago Motta.

Pirlo lulus dengan nilai 107 dari 110 poin. Terpaut satu poin dari Motta. Semua itu dia dapatkan karena tesisnya yang berjudul Il Mio Calcio alias Sepak Bola Saya.

Dalam Il Mio Calcio, Pirlo menginginkan sepak bola modern yang semakin cair serta bertumpu melalui penguasaan bola dan garis pertahanan tinggi. Dalam konteks permainan Juve, filosofi Pirlo adalah menginginkan La Vecchia Signora asuhannya tak lagi mengandalkan Cristiano Ronaldo.

Karena itulah, Pirlo sudah memberikan pengertian kepada Ronaldo bahwa pemilik sebutan CR7 tersebut tidak akan selalu dimainkan musim ini. Tanpa Ronaldo yang sampai tadi malam masih dinyatakan belum boleh tampil akibat terpapar Covid-19, Juve mengandalkan Alvaro Morata dan Dejan Kulusevski sebagai produsen gol.

Sejauh ini, Morata sukses melesakkan 3 gol dan Kulusevski 1 gol dalam tiga laga terakhir Juve tanpa Ronaldo. Salah satunya ketika Morata mencatat brace dalam kemenangan 2-0 atas Dynamo Kyiv (21/10). Klub asal Ukraina yang notabene diasuh Mircea Lucescu, sosok yang memberikan debut kepada Pirlo di Serie A 25 tahun silam.

Meski mampu mengungguli pelatih senior sekaliber Lucescu, Il Mio Calcio ala Pirlo dianggap belum sukses sepenuhnya. Sebab, Dynamo bukan tim dengan skuad level atas. Ujian nyata Il Mio Calcio bakal datang saat Juve menghadapi kekuatan besar Eropa seperti FC Barcelona di Allianz Stadium dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 2 pukul 03.00 WIB).

”Apa pun yang terjadi (Ronaldo bisa turun atau tidak, Red), kami sudah paham apa yang harus kami lakukan. Juve harus menunjukkan permainan terbaik,’’ tutur Pirlo dalam konferensi pers di JTC Continassa tadi malam kepada Tutto Juve.

Menurut pria 41 tahun itu, melawan Barca dan head-to-head dengan striker seperti Lionel Messi adalah laga penting bagi filosofinya yang masih seumur jagung. ’’Ini bukan laga penentu turnamen. Tapi, ini adalah laga yang menentukan berapa nilai kami,’’ sambung Pirlo.

Dari Barca, handicap yang dibawa skuad asuhan Ronald Koeman sama krusialnya dengan Juve minus Ronaldo. Yakni, baru saja dipermalukan Real Madrid 1-3 dalam El Clasico di La Liga (24/10). Ditambah statistik Messi yang selalu frustrasi setiap kali berlaga di kandang Juve dalam ajang Liga Champions.

Dalam second leg perempat final 2016–2017 dan fase grup musim berikutnya, La Pulga gagal menciptakan gol. Total, dalam tujuh laga tandang Barca di Eropa selama dua musim terakhir, praktis hanya dua kali Messi mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c17/dns



Close Ads