alexametrics
Serie A Italia

La Cattedrale Jadi Favorit untuk Konsep Baru Stadion Milan dan Inter

28 September 2019, 21:00:10 WIB

JawaPos.com – Proyek prestisius pembangunan San Siro Baru sudah dimulai. Itu ditandai dengan dirilisnya desain stadion yang nanti menjadi opsi wajah anyar kandang AC Milan dan Inter Milan itu. Nah, dua konsep itu pun sama-sama megah. Pilihannya antara Anelli Di Milano (Ring of Milan) atau La Cattedrale (The Cathedral).

Dua konsep itu sama-sama disodorkan dua perusahaan konstruksi asal AS. Konsep pertama disodorkan MANICA Architecture. Perusahaan tersebut juga mendesain Wembley Stadium (London) dan Beijing National Stadium alias Stadion Sarang Burung. Lalu, ’’Katedral” adalah konsep yang dibuat Populous.

Di Eropa, hasil karya Populous dapat dilihat dari Emirates Stadium, Etihad Stadium, dan Groupama Stadium di Lyon. Meski baru usulan desain, itu sudah mendapat respons dari fans di kota mode tersebut. Ternyata, sebagaimana dilansir Calciomercato, konsep usulan Populous yang paling disukai fans. Baik fans Milan maupun Inter.

’’Orang-orang Milan bakal lebih familier terhadap bentuknya,’’ tulis Calciomercato dalam artikelnya terkait dengan dua desain itu. Maklum, seperti namanya, Populous terinspirasi dari landmark terkenal Kota Milan, Katedral Milan atau Duomo Di Milano, dan Galleria Vittorio Emanuele II. ’’Kami mengingin itu menjadi ikon kedua klub dan juga Kota Milan di level dunia,’’ tutur Populous dalam pernyataannya.

Beda dengan usulan MANICA yang mengusung dua cincin ikonik yang saling bertautan. Dua cincin tersebut melambangkan kisah dua klub, Milan dan Inter, yang selamanya menjadi lawan dan bersatu dalam San Siro. MANICA juga menambahkan panel LED yang bisa berubah warna merah jika Milan bertanding dan biru jika Inter yang bermain.

Mantan CEO Milan Adriano Galliani merupakan salah seorang yang menyukai La Cattedrale. ’’Saat kali pertama melihat, aku berpikir ini yang paling mengingatkan orang dengan Kota Milan. Yang satunya (konsep cincin) memang indah. Tapi, bentuknya tak jauh berbeda dengan stadion lain,’’ kata Galliani dikutip Tuttomercatoweb.

Di sisi lain, setelah ada dua desain, Wali Kota Milan Beppe Sala mulai melunak. Awalnya, Sala menentang ide untuk merobohkan San Siro. ’’Aku tidak memboikot pembangunan stadion. Aku juga akan mengesampingkan nostalgiaku dengan San Siro. Jika tidak, aku takkan menjadi sosok wali kota yang baik bagi kota ini,’’ tutur Sala kepada ANSA.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads