alexametrics

LIVERPOOL FC vs REAL MADRID: Grand Stade Sahabat Klub Spanyol

28 Mei 2022, 10:58:36 WIB

JawaPos.com – Stade de France menjadi tuan rumah final Liga Champions untuk kali ketiga. Yang pertama pada musim 1999–2000 ketika Real Madrid mengalahkan Valencia CF tiga gol tanpa balas dalam all-Spanish final.

Enam musim berselang (2005–2006), giliran FC Barcelona berjaya di Stade de France lewat kemenangan 2-1 atas Arsenal.

Sejarah yang berpihak pada klub Spanyol itulah yang ingin diulang Real di Stade de France kala menghadapi Liverpool FC dalam final Liga Champions 2021–2022 dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 02.00 WIB).

Grand Stade –julukan Stade de France– juga bersahabat dengan Karim Benzema. Striker Real itu merupakan striker timnas Prancis yang tentu familier dengan Stade de France.

Sebab, stadion berkapasitas 80.698 penonton tersebut merupakan kandang Les Bleus –sebutan timnas Prancis. Kecuali Benzema, memang tidak ada pemain lain dari Real maupun LFC yang menjadi penggawa timnas Prancis.

Coco –sapaan akrab Benzema– mengoleksi 10 gol dan 2 umpan gol dari total 36 gol dan 20 umpan gol yang dikoleksinya selama 94 kali membela Les Bleus.

Atau sekitar seperempat kontribusi gol Benzema bersama Les Bleus terjadi di Stade de France.

”Membawa Real juara Liga Champions dengan mencetak gol penentu bagi Real di Stade de France adalah misi yang diusung Karim Benzema,” tulis Le Parisiens.

Saat ini Benzema memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dengan 15 gol. Terpaut jauh dengan pemain tersubur LFC di Eropa, Mohamed Salah, dengan hanya 8 gol.

Striker berusia 34 tahun itu juga hanya berjarak dua gol (17 gol) dengan rekor Cristiano Ronaldo sebagai pemain paling produktif dalam semusim di Liga Champions.

”Gelar musim ini sekaligus akan membuat Benzema menyamai koleksi lima gelar (Liga Champions) milik Ronaldo,” tulis Le Parisiens lagi.

RMC Sport menulis, faktor Benzema adalah alasan Real bisa memiliki dukungan ekstra dari publik tuan rumah dalam final dini hari nanti.

Para penggemar sepak bola di Paris mengibaratkan final dini hari nanti selayaknya ulangan final Euro 2016. Real dianggap sebagai Les Bleus, sedangkan LFC adalah Portugal.

Mereka yang kecewa karena Les Bleus kalah 0-1 oleh Portugal enam tahun silam tidak ingin situasinya terulang.

Di sisi lain, pemain LFC memang jarang berlaga di Stade de France. Hanya striker Roberto Firmino yang pernah membela Brasil saat meraih kemenangan 3-1 atas Prancis dalam international friendly match tujuh tahun silam (27/3/2015).

Kala itu, Bobby –sapaan Firmino–menyumbang satu umpan gol yang dituntaskan oleh gelandang serang Oscar.

Bek tengah LFC Virgil van Dijk juga pernah tampil di Stade de France. Hanya, dia jadi kapten Belanda ketika kalah 1-2 oleh Les Bleus dalam League A di UEFA Nations League 2018–2019 (10/9/2018).

Untuk menyambut final Liga Champions, lapangan Stade de France juga diganti dengan permukaan baru. Rumput baru perpaduan dari rumput asli (95 persen) dan sintetis (5 persen) telah dipasang kemarin (27/5).

Rumput baru tersebut didatangkan langsung dari Spanyol, tepatnya di dekat Kota Barcelona. Butuh 24 truk untuk mengangkut rumput dalam 500 gulungan dengan bobot masing-masing 750 kilogram sampai 1 ton.

”Itu (pengiriman rumput) merupakan tantangan logistik yang besar,” kata Loic Duroselle, direktur institusional Stade de France, kepada AFP.

Pergantian rumput itu pun diklaim menghabiskan biaya EUR 300 ribu (Rp 4,7 miliar) sampai EUR 500 ribu (Rp 7,8 miliar).

Editor : Candra Kurnia

Reporter : io/c6/dns   

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads