alexametrics
Serie A Italia

Debut Pahit Giampaolo di Milan dan Fonseca Bersama AS Roma

27 Agustus 2019, 17:30:06 WIB

JawaPos.com – Marco Giampaolo dan Paulo Fonseca mulai merasakan tekanan yang berbeda. Jika sebelumnya ’’hanya’’ menangani klub papan tengah ke bawah atau klub dari luar lima liga elite Eropa, mulai musim ini mereka memikul beban di klub top Serie A.

Memulai Serie A dengan kekalahan? AC Milan merasakannya dalam dua musim beruntun. Setelah musim lalu takluk di tangan Napoli pada giornata pertama Serie A, kemarin WIB (26/8) Rossoneri –julukan Milan– menyerah 0-1 oleh Udinese di Stadio Friuli, Udine. Sialnya, ini terjadi dalam laga pertama pelatih anyar Marco Giampaolo.

’’Sebab, visiku dengan permainan Milan berbeda,’’ sesal Giampaolo ketika diwawancarai Sky Sport Italia.

Ya, mantan allenatore Sampdoria tersebut kemarin menerapkan skema 4-3-1-2 yang kerap dipakai selama di Mugnaini, kamp latihan Sampdoria. Itu bukan skema familier di Milan dalam tiga musim terakhir.

Selama era Vincenzo Montella dan Gennaro Gattuso, Milan selalu memakai 4-3-3. Suso menjadi pemain yang memegang kunci perubahan skema Giampaolo itu. Dia ditaruh di belakang duet Krzysztof Piatek dan Samu Castillejo. Padahal, selama di Milan, Suso lebih sering turun sebagai winger kanan. Bukan sebagai trequartista seperti visi Giampaolo.

’’Suso pemain luar biasa. Tetapi, dia mungkin memiliki karakteristik berbeda. Kami perlu membuat mereka bermain dalam peran alami mereka. Kami harus mengerjakannya, mungkin dengan kembali ke skema 4-3-3,’’ tutur tactician yang mentok hanya mampu membawa Il Samp, julukan Sampdoria, finis di posisi kesembilan Serie A dalam dua musim terakhir tersebut.

’’Itu bukan kesalahan mereka. Sebab, mereka sudah berusaha dengan sangat keras. Tapi, aku tak boleh mengubah sifat mereka. Itu bukanlah pekerjaanku,’’ sambungnya. Giampaolo telah menjajal skema itu sepanjang pramusim, salah satunya pada laga International Champions Cup (ICC) melawan Manchester United (3/8).

Faktanya, dengan formasi 4-3-1-2, serangan Alessio Romagnoli dkk malah menurun. Hanya delapan tembakan yang dilakukan pemain Milan dan sekali saja yang tepat sasaran. Gawang Milan pun kebobolan pada menit ke-72 lewat gol Rodrigo Becao. ’’Dia (Giampaolo) telah menyiapkan semuanya. Tapi, proyeknya memang butuh waktu. Ide-ide barunya segera muncul,’’ bela Romagnoli sebagaimana dikutip laman Milan Live.

Paulo Fonseca setali tiga uang. Arsitek berkewarganegaraan Portugal pertama di Il Lupi, julukan AS Roma, itu juga terjebak dengan pengalamannya menangani Roma pada pramusim. Salah satunya dalam memilih kolaborasi bek tengah. Untuk mengisi posisi Kostas Manolas, bek Roma yang dijual ke Napoli, Fonseca menunjuk duet Juan Jesus dan Federico Fazio.

Duet tersebut malah goyah begitu Fonseca menarik Jesus dan menggantinya dengan Mancini. Gol ketiga Genoa sekaligus penyama kedudukan yang dicetak Christian Kouame pada menit ke-70 menjadi buktinya. Itu berselang empat menit setelah Roma bermain dengan skema tiga bek yang kurang familier.

’’Aku percaya kepada pemain saya. Mencari bek tengah top memang isu terbesar tim dan saya berharap itu terjadi sebelum bursa transfer ditutup. Tetapi, jika tidak terjadi, kami perlu pemain yang bisa memenuhinya (skema tiga bek),’’ ulas Pelatih Terbaik Liga Primer Ukraina 2016–2017 itu seperti dikutip Football Italia.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads