alexametrics
Copa America 2019

Brasil vs Paraguay: Saatnya Selecao Menghapus Trauma

27 Juni 2019, 16:00:18 WIB

JawaPos.com – Brasil menghadapi statistik inferior melawan Paraguay ketika bertemu pada Copa America. Selecao tidak pernah menang dalam empat pertemuan terakhir atau kalah tiga kali dan seri sekali. Dua kekalahan terakhir dialami pada fase yang sama, perempat final. Kalah 3-4 pada edisi 2015 dan 0-2 (2011).

Seiring duel melawan Paraguay Jumat pagi (28/6) di Arena do Gremio juga terjadi pada babak delapan besar (siaran langsung K-Vision pukul 07.30 WIB), Dani Alves dkk punya dua pilihan. Larut dalam trauma atau menghapus trauma. ’’Kali ini harus jadi milik kami,’’ kata winger kiri Brasil Everton Soares kepada ESPN.

Everton menepikan anggapan bahwa Paraguay lolos ke perempat final hanya karena keberuntungan. Lolos dengan slot satu di antara dua peringkat ketiga terbaik, Los Guaranies tidak mengemas satu pun kemenangan selama fase grup. Meski begitu, lanjut Everton, kualitas Paraguay tetap pantang dianggap enteng.

’’Mereka adalah tim yang ulet, solid, dan mengejutkan,’’ ucap pemain yang membela klub lokal, Gremio, tersebut.

Pemain yang dijuluki Cebolinha tersebut memberikan atensi kepada tiga pemain Paraguay yang bermain di klub Brasil. Yakni, Gatito Fernandez (kiper/Botafogo), Gustavo Gomez (bek tengah/Palmeiras), dan Derlis Gonzalez (wide attacker/Santos).

’’Seiring saya bertemu dengan mereka di liga, saya tahu betapa bagusnya kualitas mereka. Pelatih kami tentu sudah menaruh perhatian kepada para pemain tersebut,’’ kata pemain yang mengoleksi dua gol selama turnamen tersebut.

Pelatih Brasil Tite, seperti dikutip Goal, merespons pernyataan Everton. Menurut Tite, untuk bisa mengatasi perlawanan Paraguay, Brasil harus mampu menjaga performa bermain efektif seperti saat melumat Peru 5-0 dalam matchday ketiga grup A (23/6). Tidak hanya mendikte permainan lawan, tetapi juga menghasilkan akurasi tembakan yang lebih bagus. ’’Kami tidak boleh membuat kesalahan karena kami menghadapi pertandingan fase knockout,’’ ujar pelatih berusia 58 tahun itu.

Meski optimistis, Tite tetap mempersiapkan kemungkinan terburuk alias mengantisipasi kemungkinan pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Dalam sesi latihan di Granja Comary, Rio de Janeiro, kemarin WIB (26/6), Tite menggilir beberapa algojo penalti. Lima nama pemain pertama yang ditunjuk adalah Roberto Firmino, Richarlison, Alves, Willian, dan Gabriel Jesus. Kemudian diganti lagi oleh Philippe Coutinho, Firmino, Fernandinho, Willian, dan Alves. Tidak ada nama Thiago Silva. Bek tengah Brasil itu merupakan ’’pesakitan’’ seiring kegagalan menjadi algojo adu penalti saat melawan Paraguay pada edisi 2011.

Terkait dengan absennya gelandang bertahan Casemiro karena akumulasi kartu, Tite sudah menyiapkan Fernandinho. Meski, gelandang bertahan asal Manchester City itu baru pulih dari cedera lutut kanan saat Brasil ditahan 0-0 oleh Venezuela pada matchday kedua grup A (19/6).

Sementara itu, Paraguay siap didukung lagi oleh fans cantik Larissa Riquelme saat menghadapi Brasil. Larissa yang tenar saat mendukung Paraguay pada Piala Dunia 2010 sebelumnya juga mendukung langsung perjuangan Oscar Cardozo dkk di fase grup.

 

Perkiraan Pemain

Brasil (4-2-3-1): 1-Alisson (g) ; 13-Alves (c), 2-Silva, 4-Marquinhos, 6-Filipe Luis; 8-Arthur, 17-Fernandinho; 9-Jesus, 11-Coutinho, 19-Everton; 20-Firmino

Pelatih: Tite

Paraguay (4-2-3-1): 12-Fernandez (g); 2-Piris, 15-Gomez, 13-Alonso, 18-Arzamendia; 8-R. Rojas, 6-Sanchez; 10-Derlis Gonzalez, 23-Almiron, 20-M. Rojas; 7-Cardozo (c)

Pelatih: Eduardo Berizzo

Wasit: Roberto Tobar (Cile)

Stadion: Arena do Gremio, Porto Alegre

Live: K-Vision (28/6) pukul 07.30 WIB

Asian Handicap 0 : 2

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns



Close Ads