alexametrics
Serie A Italia

Tak Ingin Tiru Zlatan Ibrahimovic, Chiellini Ingin Pensiun Lebih Cepat

26 Oktober 2019, 18:30:47 WIB

JawaPos.com – Zlatan Ibrahimovic masih mau berkarir sebagai pesepak bola pada usia 38 tahun. Bek tengah Juventus Giorgio Chiellini tak mau meniru jejak Ibra. Chiello berniat mengakhiri karir profesionalnya sebelum mencapai umur 38 tahun.

’’Aku akan bermain dalam dua tahun lagi, tak lebih,’’ ungkap Chiellini kepada Gazzetta dello Sport.

Chiellini saat ini berusia 35 tahun. Menurut dia, usianya ini sudah menjadi modal untuk melanjutkan karir setelah gantung sepatu dari sepak bola kelak. ’’Ketika sudah stop bermain pada umur antara 35 sampai 40 tahun, Anda akan beruntung. Sebab, Anda sudah tahu semua tentang sepak bola,’’ kata Chiellini.

Saat ini kapten Juve dan timnas Italia itu menjalani masa pemulihan cedera ACL kaki kanannya. Gara-gara cedera tersebut, Chiellini absen sampai akhir tahun ini. Chiellini menjadi pemain tertua kedua di La Vecchia Signora karena masih terikat kontrak. Dia hanya kalah dari Gianluigi Buffon yang berusia 41 tahun.

Tak cuma mengungkapkan kapan bakal berhenti bermain, bek yang berjuluk Si Kingkong itu juga sudah menyiapkan rencana setelah berumur 38 tahun. ’’Aku ingin berkarir sebagai direktur. Tapi, (menjadi direktur, Red) dengan sangat tenang. Sebab, aku pikir kesalahan terbesar pesepak bola setelah karirnya berakhir adalah berpikir bahwa kita sudah siap (dengan karir yang baru),’’ paparnya. ’’Setelah karirku selesai, ini yang harus dipikirkan,’’ lanjut pemain yang sudah memberikan 17 trofi juara ke Juve tersebut.

Dia menganggap memulai karir sebagai direktur pada rentang usia 35–40 tahun bisa jadi benefit. ’’Kalau orang seusiamu bekerja setidaknya 15 tahun untuk mencapai level terbaik, kami takkan sampai 15 tahun. Kamu bakal punya pengalaman lebih cepat 10 tahun,’’ jelas pemain yang menjalani 384 laga bersama Juventus sejak datang dari Fiorentina 14 tahun lalu tersebut.

Dia menganggap menjadi direktur itu lebih susah ketimbang pelatih. ’’Direktur bakal jadi seperti administrator perusahaan. Dia mampu mengatur 50 sampai 60 orang,’’ ungkapnya. Kenapa tak menjadi pelatih? ’’Aku tak suka kehidupan seorang pelatih. Pelatih tak hanya dituntut pemahaman sistem yang baik, tapi juga harus berfungsi sebagai psikolog dan motivator,’’ tuturnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads