alexametrics

SS Lazio vs AS Roma: Menjaga Gengsi di Depan Sarri-Ianni

26 September 2021, 09:51:52 WIB

JawaPos.com – Tak seperti Mikel Arteta, rivalitas di antara Jose Mourinho dan Maurizio Sarri tak pernah jadi pemanas laga derbi.

Meski begitu, sekali saja Mourinho bertemu dengan Sarri di Stamford Bridge, London, tiga tahun lalu, tensi pertemuan sudah seperti laga derbi. Mou di Manchester United, Sarri di Chelsea.

Di balik skor 2-2 ketika itu, The Special One (julukan Mou) tertangkap kamera berselisih dengan Marco Ianni yang notebene tangan kanan Sarri.

Penyebabnya, Ianni memprovokasi Mou dengan berselebrasi di depannya. Persis setelah gol penyama Chelsea pada menit keenam injury time.

Ketika itu, Mou memang sudah memaafkan tingkah Ianni tersebut. ’’Bagi saya, cerita ini sudah berakhir. Semuanya baik-baik saja,’’ sebut Mou ketika itu.

Tetapi, nanti malam Mou kembali harus bertemu dengan Sarri-Ianni dalam pertandingan yang lebih panas ketimbang duel di Stamford Bridge tiga tahun lalu.

Mou yang jadi allenatore AS Roma akan menghadapi SS Lazio yang berada di bawah kendali Sarri, dalam laga Derbi della Capitale di Stadio Olimpico (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 23.00 WIB).

Tensi derbi bisa saja membuat Mou menarik pernyataannya soal memaafkan Ianni itu.

Terlebih, mood Mou sedang bagus-bagusnya seiring performa Il Lupi yang belum pernah gagal memenangi laga-laga di Stadio Olimpico.

Dari lima kali bermain di Stadio Olimpico dalam semua ajang, kelimanya mampu dia akhiri dengan kemenangan.

Bedanya, meski bermain di Stadio Olimpico, Roma kali ini berstatus sebagai tim tamu.

Setidaknya, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut tak mau mengulangi kesalahannya di awal-awal datang ke Serie A sekitar 12 tahun lalu.

Ketika itu, Mou yang menangani Inter Milan menelan kekalahan dalam derbi pertamanya di Italia menghadapi AC Milan. Dalam giornata kelima Serie A 2008–2009 di San Siro, Inter keok 0-1.

Tidak hanya menjaga gengsinya di depan Sarri dan Ianni, Mou pun dapat meruntuhkan kepercayaan Laziale (fans Lazio) kepada Mister 33 (julukan Sarri).

Sebagaimana diketahui, sejak keok dua gol tanpa balas atas Rossoneri (julukan Milan), 12 September lalu, Ciro Immobile dkk gagal memenangi satu pertandingan pun.

Dari empat pertandingan, dua laga terakhir Il Biancoceleste (julukan Lazio) cuma mampu memetik satu poin. Satu di antaranya bahkan terjadi di Stadio Olimpico saat ditahan US Cagliari Calcio 2-2 (19/9).

Saking pusingnya, seperti dilaporkan di La Gazzetta dello Sport, sampai-sampai Sarri harus merokok berjam-jam memikirkan taktik terbaik membekuk skuad Mou.

Immobile mengungkap, satu hal yang jadi penyebab limbungnya penampilan Lazio pada empat laga terakhir ini, yakni karena kehilangan antusiasme. Padahal, sikap itu demikian menggelora di awal-awal musim.

Makanya, Ciro Il Grande (julukan Immobile) pun menyebut derbi tersebut sebagai momen kebangkitan Lazio.

’’Laga sebesar derbi sudah seharusnya kami jalani dengan permainan yang tajam,”

”Kami yakin kami bisa menaklukkannya (Roma),” koar Immobile dikutip Football Italia.

”Meski kami butuh kerja keras untuk bisa menuntaskannya, kami ingin mengakhiri masa sulit ini,’’ ujar Immobile lagi.

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : ren/c13/dra

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads