alexametrics
Serie A Italia

Inter Milan vs Lecce: Antonio Conte Tak Sabar Menebar Teror

26 Agustus 2019, 19:00:09 WIB

JawaPos.com – Lebih dari lima tahun Antonio Conte tidak lagi merasakan atmosfer pertandingan di Serie A. Kemenangan 3-0 atas Cagliari pada 18 Mei 2014 silam adalah kali terakhir dia berada di bench klub Serie A (Juventus). Sudah bisa dibayangkan bagaimana rindunya The Godfather saat come back dini hari nanti WIB (27/8).

Di Giuseppe Meazza, Conte membidik kemenangan pertamanya bersama Inter Milan saat menjamu Lecce (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB). Mantan pelatih timnas Italia dan Chelsea itu mengaku ada gairah berbeda yang dirasakannya bersama Inter.

’’Ada antusiasme dan emosi karena saya memulai tantangan baru di tim seperti Inter (bukan tim favorit utama scudetto, Red),’’ ucap Conte dalam pre-match press conference di Appiano Gentile, markas latihan Inter, tadi malam WIB.

Rapor hanya sekali kalah dari sembilan laga pramusim menjadi modal allenatore Juventus itu lebih memahami Nerazzurri. Khususnya mengintegrasikan skema tiga bek favoritnya kepada Samir Handanovic dkk. Juga, mengombinasikan pemain lama dengan muka baru seperti striker Romelu Lukaku serta dua gelandang muda Stefano Sensi dan Nicolo Barella.

’’Menemukan komposisi terbaik secepatnya penting bagi saya (menghadapi laga pertama Serie A, Red),’’ lanjut Conte.

Skema back three memang kurang familier di Inter. Stefano Pioli adalah allenatore terakhir yang memakainya di Inter, yakni pada musim 2016–2017. Itu pun Pioli hanya enam kali mengusungnya dengan empat di antaranya bisa menang. ’’Yang terpenting fans kami bisa mengenali ambisi timnya. Ambisi tim yang memulai dengan semua serbabaru,’’ beber Conte.

Meski baru, Conte masih mempertahankan salah satu gayanya ketika menangani Juve. Yakni, meneror lawan. Pelatih kolektor tiga scudetto (2011–2012, 2012–2013, 2013–2014) bersama Juve itu seolah ingin memanfaatkan situasi karena Lecce notabene merupakan klub promosi.

I Salentini –julukan Lecce– kembali ke Serie A setelah tujuh tahun berbekal status runner-up Serie B musim lalu. ’’Apakah kami beruntung menjalani pertandingan pertama di kandang sendiri dan menghadapi klub promosi? Seharusnya iya,’’ tegas pelatih yang genap berusia setengah abad per 31 Juli lalu itu.

Lecce sejatinya bukan klub asing bagi Conte. Karir Conte sebagai pemain justru berawal dari Lecce dengan mencatat debut pada usia 16 tahun. Setelah enam tahun, Conte yang berposisi central midfield baru pindah ke Juve (1991).

Di sisi lain, allenatore Lecce Fabio Liverani dulu juga seorang central midfielder. Liverani pun pernah dua kali head-to-head dengan Conte yang berkostum Juve, yakni dalam dua leg final Coppa Italia 2003–2004. Liverani yang membela Lazio menang 2-0 kala pertemuan pertama di Stadio Olimpico dan tertahan 2-2 di kandang Juve.

Tidak mau kalah dari Conte, Liverani membalas teror Conte. ’’Apakah klub dengan modal seperti Inter dan pelatih sehebat Conte sudah siap pada awal musim ini?’’ ucap pelatih 43 tahun itu seperti dikutip Football Italia.

 

Perkiraan Pemain

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g/c); 33-D’Ambrosio, 6-De Vrij, 37-Skriniar; 87-Candreva, 8-Vecino, 77-Brozovic, 12-Sensi, 18-Asamoah; 10-Lautaro, 9-Lukaku

Pelatih: Antonio Conte

Lecce (4-3-1-2): 21-Gabriel (g); 6-Benzar, 13-Rossettini, 5-Lucioni, 27-Calderoni; 4-Petriccione, 77-Tachtsidis, 37-Majer; 8-Mancosu (c); 9-Lapadula, 10-Falco

Pelatih: Fabio Liverani

Wasit: Federico La Penna

Stadion: Giuseppe Meazza

Live: beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB

Asian Handicap 0 : 1¾

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads