alexametrics
Liga Champions

Para Alumnus Piala Dunia U-20 Sedang Bersinar di Pentas Eropa

25 Oktober 2019, 16:00:49 WIB

JawaPos.com – Kepastian Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 semestinya memotivasi pemain kita. Sebab, ajang dua tahunan itu bisa jadi pijakan awal karir lebih gemilang di masa depan. Bahkan, bukan tidak mungkin ada pemain Indonesia yang meretas jalan menuju Liga Champions setelah tampil moncer di Piala Dunia U-20.

Contohnya banyak. Sebut saja beberapa pencetak gol pada matchday ketiga fase grup Liga Champions kemarin (24/10). Striker Inter Milan Lautaro Martinez, penyerang RB Salzburg Erling Haaland, dan wide attacker Liverpool Mohamed Salah merupakan alumnus Piala Dunia U-20.

Salah yang paling senior. Penggawa timnas Mesir itu tampil di Piala Dunia U-20 edisi 2011. Dalam ajang yang dihelat di Kolombia tersebut, Salah membawa Mesir sampai babak 16 besar setelah finis sebagai runner-up grup E di bawah Brasil. Di 16 besar, The Pharaohs dikalahkan Argentina yang dimotori Erik Lamela (Tottenham Hotspur) dengan skor 1-2.

Salah mencetak satu gol sepanjang turnamen. Tetapi, performa pemain terbaik Afrika dua tahun terakhir itu terus meningkat. Musim lalu, dia berhasil menjuarai Liga Champions kali pertama bersama The Reds. Musim ini, dia berpeluang mengakhiri puasa gelar Liverpool di Premier League.

Hal berbeda dialami Lautaro dan Haaland. Lautaro yang membela Tim Tango pada Piala Dunia U-20 edisi 2017 punya produktivitas sedikit lebih baik dari Salah. Yakni, mengemas dua gol dalam turnamen yang dilangsungkan di Korea Selatan tersebut.

Sayang, pemain 22 tahun itu gagal membawa Argentina berbicara banyak. La Albiceleste hanya menghuni peringkat ketiga di grup A. Argentina kalah oleh Inggris dan tuan rumah Korsel yang berhak lolos ke fase knockout.

Meski begitu, karirnya terus membaik. Apalagi saat memutuskan pindah ke Inter dari Racing Club tahun lalu. Musim lalu, Si Banteng –julukan Lautaro– mencetak 9 gol dari 35 laga. Musim ini, Lautaro sudah membukukan 6 gol hanya dari 11 pertandingan. Tiga rekor personal pun ditorehkannya saat membobol gawang Borussia Dortmund di Stadio Giuseppe Meazza kemarin.

Masing-masing pencetak gol termuda (22 tahun 62 hari) yang membukukan gol beruntun di Liga Champions sejak Obafemi Martins (20 tahun 118 hari) pada Februari 2005 melawan FC Porto. Lalu, gol kemarin merupakan gol keempat Lautaro musim ini yang tercipta dari tembakan pertama dalam pertandingan Inter. Yang terakhir, Lautaro selalu mencetak gol dalam empat laga terakhir Nerazzurri.

”Dia (Lautaro) banyak berkembang menjadi seorang striker yang lengkap. Tetapi, dia masih memiliki banyak hal untuk dilakukan. Kemudian, sisanya terserah dia, apakah ingin menjadi pemain top atau tetap menjadi pemain biasa-biasa saja,’’ ucap allenatore Inter Antonio Conte sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport.

Bagaimana dengan Haaland? Striker 19 tahun itu merupakan top scorer Piala Dunia U-20 tahun ini. Dalam ajang di Ukraina pada 15 Mei–4 Juni tersebut, Haaland mengemas 9 gol. Semua diborong dalam matchday ketiga kontra Honduras! Perinciannya, 4 gol di babak pertama dan sisanya di 45 menit kedua. Norwegia menang 12-0 saat itu.

Hanya, catatan eksplosif tersebut gagal membawa Norwegia lolos dari grup C alias finis peringkat ketiga di bawah Uruguay dan Selandia Baru.

Berbekal penampilan di Piala Dunia U-20, Haaland menunjukkan produktivitasnya bersama Salzburg dengan mencetak 20 gol hanya dari 13 laga di semua ajang. Padahal, dalam rentang waktu saat didatangkan dari Molde Januari lalu hingga sebelum Piala Dunia U-20 2019, dia hanya mencetak 1 gol dari 5 pertandingan.

Kemarin Haaland memborong dua gol Salzburg saat dikalahkan Napoli 2-3. Striker berpostur 191 sentimeter itu nyaris membukukan hat-trick keduanya di Liga Champions musim ini andai eksekusi penaltinya pada menit kedelapan tidak gagal. Hat-trick pertama tercipta saat mengalahkan KRC Genk 6-2 pada matchday pembuka (18/9). Total, Haaland sudah mengemas enam gol di Liga Champions musim ini. Di musim debutnya. ”Kondisi (fisik) Haaland sebenarnya belum 100 persen. Tapi, dia selalu berbahaya (di depan gawang lawan, Red),’’ puji der trainer Salzburg Jesse Marsch sebagaimana dilansir Reuters.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads