alexametrics

Korona Melanda, Liga Belarusia Jadi Kompetisi Aktif Terakhir di Eropa

25 Maret 2020, 18:00:26 WIB

JawaPos.com – Di tengah pandemi korona yang menghentikan persepakbolaan Eropa, Belarusia sama sekali tidak terganggu. Padahal, negara-negara tetangganya seperti Polandia dan Ukraina sudah menghentikan aktivitas liga domestik.

Premier League tak akan kembali lebih awal seiring dengan pemberlakuan lockdown selama tiga pekan di Inggris mulai Senin (23/3). Kemarin WIB (24/3) UEFA bahkan telah mengumumkan penundaan Liga Europa dan Liga Champions yang seharusnya kickoff 27 dan 30 Mei mendatang.

Tapi, kesulitan itu seakan tak terjadi di Belarusia. Sebab, di sana kompetisi domestiknya masih bergulir tanpa terganggu ancaman Covid-19. Delapan laga pada matchweek pertama Vysheyshaya Liga (sebutan Liga Primer Belarus) berjalan lancar.

’’Seluruh dunia saat ini menonton Liga Belarusia. Nyalakan televisi dan tontonlah kami,’’ ucap mantan gelandang Arsenal dan Barcelona, Alexander Hleb, kepada The Sun. Padahal, sampai Senin lalu, tercatat ada 81 warga Belarusia yang dinyatakan positif terpapar korona.

Hleb berandai-andai bintang-bintang top Eropa bersedia turun di liga berperingkat ke-25 UEFA itu. ’’Ketika NHL (liga hoki es di AS) mengakhiri musim (lebih cepat), banyak pemain hoki es yang pergi ke Rusia (liga hoki es Rusia, KHL). Mungkin Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo datang ke Belarus?’’ canda Hleb yang kini menjadi pandit di stasiun televisi Rusia, Match TV.

’’Di sini satu-satunya tempat di Eropa yang bisa untuk bermain sepak bola. Paling tidak orang-orang Belarus senang (melihat Messi dan Ronaldo bermain),’’ lanjutnya. Jelas tak mungkin. Selain karena sama-sama sudah terikat kontrak dengan Barcelona dan Juventus, klub-klub Belarus takkan sanggup membayar gaji dua superstar itu.

Lalu, kenapa di Belarusia masih ada sepak bola? Kekuatan Presiden Alexander Lukashenko menjadi kuncinya. Lukashenko pede virus korona tak akan berbahaya bagi warganya. Memang, di Belarus belum ada laporan pasien korona yang meninggal. ’’Warga kami bekerja dengan traktor. Tak ada yang membahas korona. Di desa-desa, traktor dan ladang akan menyembuhkannya. Di sini tak akan sama seperti di Barat,’’ klaim Lukashenko yang diklaim sebagai diktator terakhir di Eropa. Dia bahkan meminta warganya meminum vodka agar sembuh dari korona.

’’Atas alasan apakah kami harus khawatir memulai liga?’’ ucap Presiden Federasi Sepak Bola Belarus (BFF) Vladimir Bazanov dalam laman resminya. Hleb menyindir. ’’Mungkin beliau hanya menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan virus itu. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, kita mungkin akan berhenti di situ. Luar biasa, tak ada yang peduli dengan korona,’’ kecam Hleb.

Belum adanya nyawa yang melayang disebut-sebut juga menjadi alasan Myanmar menghentikan kompetisi domestiknya Selasa petang waktu Yangon. Padahal, pada saat bersamaan, Yangon United bersiap-siap menjalani laga melawan Magwe di Yangon United Sport Complex, Yangon.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan antara Federasi Sepak Bola Myanmar (MFF) dan Myanmar National League (MNL). ’’Kami tahu ini jadi konsekuensinya. Kami hormati keputusan pemerintah,’’ ujar nakhoda The Lions, julukan Yangon, Tin Maun Tun kepada Jawa Pos. Seharusnya laga itu menjadi pekan kesepuluh MNL. Di Myanmar, sampai Senin lalu baru satu orang yang dinyatakan positif terpapar korona. Itu adalah kasus pertama positif korona di negara Aung San Suu Kyi tersebut.

BURUNDI TINGGAL EMPAT PEKAN LAGI

Di dunia, hanya ada tujuh kompetisi domestik yang masih bergulir. Jika di Belarusia masih baru bergulir, di Burundi malah menyisakan empat pekan terakhir.

Liga Masuk Pekan Ke

Vysheyshaya Liga (Belarusia): 1

Premier League (Singapura): 4

Yokary Liga (Turkmenistan): 3

Liga Primera (Nikaragua): 10

Girabola (Angola): 24

Ligue A (Burundi): 26

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren



Close Ads