Mengendus Akal Bulus The Blues

NARENDRA PRASETYA, Wartawan Total Football
25 Januari 2023, 10:27:23 WIB

JawaPos.com – Chelsea bukan klub terkaya di dunia. Menurut laporan Deloitte Football Money awal tahun ini, klub berjuluk The Blues itu hanya terkaya kedelapan.

Tetapi, dalam dua kali bursa transfer musim ini, Chelsea mendadak berubah jadi klub yang paling banyak menggelontorkan uang.

Sampai kemarin (24/1) WIB atau sepekan sebelum bursa transfer musim dingin ditutup, sudah 14 pemain didatangkan ke Stamford Bridge, kandang Chelsea, musim ini. Enam di antaranya datang pada musim dingin (sepanjang bulan ini).

Klub yang pendapatannya musim lalu ”hanya” GBP 481,3 juta (Rp 8,9 triliun) itu mampu membelanjakan uang sampai GBP 401,4 juta (Rp 7,42 triliun). Belanja tersebut hanya terpaut GBP 80,1 juta (Rp 1,48 triliun) dari pendapatan dalam semusim.

Jika meniru ucapan khas salah seorang selebgram lokal Surabaya, pasti akan bilang: ”Lho, kok isok (bisa)…!” Ya, isok-isok ae (bisa-bisa saja) kalau melihat sosok penyedia uang Chelsea alias si pemilik klub, Todd Boehly.

Sebagai seorang pengusaha, Boehly tentu paham cara belanja besar tetapi tak perlu mengeluarkan anggaran besar saat itu pula. Sebutan kerennya paylater alias mencicil.

Artinya, Boehly tidak perlu merogoh kocek sampai Rp 7,42 triliun itu dalam semusim karena Chelsea pasti tersandung aturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA.

Bulusnya Boehly, dia membayarkan fee transfer itu secara paylater disesuaikan durasi kontrak pemain baru. Itulah kenapa pemain yang diboyong Chelsea pada musim dingin ini kontraknya bisa puuuanjang. Rata-rata bisa di atas 6,5 musim.

Seperti winger kiri Mykhaylo Mudryk yang diboyong dari Shakhtar Donetsk dengan mahar GBP 62 juta (Rp 1,14 triliun).

Demi membeli Luka Modric dari Ukraina itu, Chelsea menyodorkan durasi kontrak 8,5 musim. Durasi yang merefleksikan tenor pembayarannya.

Jadi, per musim Chelsea sejatinya hanya membayar GBP 7,3 juta (Rp 135 miliar) untuk Mudryk.

Demikian pula dengan wide attacker Noni Madueke dan bek tengah Benoit Badiashile yang kontraknya masing-masing 7,5 musim untuk membuat neraca finansial The Blues tak akan goyah dan tak menyeret klub London Barat tersebut dalam sanksi FFP.

Nah, akal bulus Boehly dan Chelsea itu ternyata sudah dimonitor UEFA. Otoritas sepak bola tertinggi di Eropa tersebut meng-counter-nya dengan merilis peraturan baru terkait dengan durasi kontrak bagi rekrutan baru.

Yaitu, durasi kontrak dibatasi hanya sampai lima musim.

”UEFA tak ingin klub melakukannya hanya agar laporan keuangan sebuah klub terlihat lebih sehat.” Begitu yang ingin disampaikan UEFA dalam aturan tersebut. Seperti kalimat yang belakangan ini nge-tren: ’’Gaya saja yang elite, tapi ekonominya syulit.’’ (*)

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : ren/dns

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads