alexametrics

Kekalahan yang Melebihi Rasa Malu Mourinho di El Clasico

23 Oktober 2021, 10:32:26 WIB

JawaPos.com – Sejak berkarier sebagai pelatih di SL Benfica pada 20 September 2000 hingga sekarang, 1.008 laga telah dilakoni Jose Mourinho.

Dari catatan sepanjang itu, laga terbaru Mourinho malah memberi noda paling kelam. AS Roma asuhan Mourinho secara mengejutkan kalah telak 1-6 di kandang klub Norwegia Fotballklubben Bodo/Glimt.

Kekalahan dalam matchday ketiga grup C Liga Konferensi Europa (kompetisi antarklub kasta ketiga di Eropa setelah Liga Champions dan Liga Europa) itu dianggap Mourinho lebih buruk ketimbang debutnya dalam El Clasico 11 tahun silam.

Mourinho yang menangani Real Madrid ditaklukkan FC Barcelona lima gol tanpa balas di Camp Nou dalam jornada ke-13 La Liga 2010–2011.

Sementara bagi Giallorossi, skor kekalahan kemarin memang belum setelak saat dipecundangi Manchester United 1-7 dalam perempat final Liga Champions 2006–2007.

AS Roma juga pernah kalah dengan skor serupa melawan Bayern Muenchen dalam matchday ketiga fase grup Liga Champions 2014–2015.

Tetapi, kalah oleh United dan Bayern mungkin masih wajar. Lain cerita ketika kalah oleh klub antah-berantah seperti Bodo/Glimt.

Klub asal Norwegia yang notabene baru musim lalu memenangi Eliteserien (kompetisi kasta teratas di Norwegia) untuk kali pertama.

Efek dari kekalahan memalukan kemarin, sekitar 400 Romanisti yang rela datang jauh-jauh (2.825 kilometer) ke Aspmyra Stadion, kandang Bodo/Glimt, menolak permintaan maaf para pemain AS Roma.

Bahkan, jersey dari kapten AS Roma Lorenzo Pellegrini juga tidak mampu meredakan amarah Romanisti.

”Tidak. Kami tidak membutuhkan (jersey) itu!” Begitu yang diserukan sebagian Romanisti di tribun yang mereka tempati di Aspmyra Stadion.

Bukan hanya Romanisti, publik Italia secara eksplisit juga turut kecewa atas kekalahan telak AS Roma. Mourinho yang dikenal punya reputasi bagus dalam kompetisi antarklub Eropa pun pasang badan.

”Kalau ada yang disalahkan, salahkan saja saya. Sebab, saya yang memilih starting XI,” tutur Mourinho seperti dilansir Sky Sport Italia.

Starting XI AS Roma kemarin memang hampir 70 persen mengalami perubahan dari starting XI reguler musim ini. Tetapi, Mourinho memiliki pertimbangan tersendiri.

”Saya ingin memainkan para pemain yang memang belum banyak bermain musim ini dan ternyata menimbulkan banyak perbedaan (dalam permainan tim). Tapi, sisi positifnya, kalian (wartawan, Red) tidak akan bertanya lagi kepada saya kenapa masih menurunkan komposisi pemain yang sama,” beber pelatih berjuluk The Special One tersebut.

Mourinho tidak punya banyak waktu untuk membangkitkan spirit timnya karena pada Minggu (24/10) malam AS Roma sudah ditunggu grande partita kontra SSC Napoli di Stadio Olimpico.

Sebagai catatan, Napoli adalah capolista Serie A sekaligus tim yang masih sempurna hingga delapan giornata.

”Kadang kala sebuah tim memang membutuhkan hasil buruk supaya tim tersebut bisa lebih kuat dan tidak mengulangnya di masa depan,” tutur Pellegrini seolah membela diri kepada Romanews.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : ren/c19/dns



Close Ads