alexametrics
Serie A Italia

Baru Pekan Keempat, Giampaolo Sudah Digoyang Isu Pemecatan dari Milan

23 September 2019, 18:00:13 WIB

JawaPos.com – Musim pertama baru berjalan empat giornata. Tapi, Marco Giampaolo sudah digoyang isu terkait masa depannya di AC Milan. Terlebih, Giampaolo telah merasakan kekalahan pertama dalam Derby della Madonnina kemarin WIB (22/9). Salah satu koran olahraga yang berbasis di Turin, Tuttosport, yang pertama mengungkapnya.
’’Giampaolo akan menghitung hari,’’ tulis Tuttosport dalam artikelnya.

Ya, mantan pelatih Sampdoria itu diyakini hanya diberi waktu yang singkat oleh petinggi Rossoneri, julukan Milan. Kabarnya, dia hanya diberi kesempatan untuk membawa Alessio Romagnoli dkk merasakan kemenangan lagi di tiga giornata ke depan. Diawali laga tandang kontra Torino (27/9), lalu menjamu Fiorentina di San Siro (30/9), dan saat ’’pulang” ke Stadio Luigi Ferraris menantang Genoa (6/10). ”Jabatannya bergantung dari capaian Milan sepanjang periode itu,’’ imbuh Tuttosport.

Nasib Giampaolo bisa seperti Oscar Washington Tabarez. El Maestro –julukan Tabarez– dipecat sebagai juru taktik Milan pada 1 Desember 1996. Tabarez saat itu dipecat setelah gagal memenangi derbi Milan. Bedanya, saat itu Milan masih mampu menahan Inter 1-1 pada 24 November 1996 atau sepekan sebelum didepak dari Milanello, kamp latihan Milan.

Giampaolo, disebut media-media Italia, lambat dalam menentukan skuad terbaik. Termasuk saat dia menentukan starting eleven dalam derbi kemarin. ’’Sampai menit-menit akhir dia baru mampu menentukannya,’’ tulis Sky Sport Italia. Itu pun belum 100 persen maksimal. Gara-gara itu, dia sampai dikritisi mantan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Slavini.

Termasuk keputusannya memasang Lucas Biglia. ’’Bahkan, aku merasa sudah cukup untuk tetap duduk di tribun ketika tendangan bebas Lucas mengarah ke Curva Sud,’’ ungkap Slavini kepada Telelombardia. ’’Ricardo mengerikan, Suso pun belum pernah main dalam waktu yang lama. Di laga ini, Rafael Leao jadi satu-satunya hal positif,’’ imbuh Slavini dalam kritiknya. ’’Baru kali ini aku meninggalkan stadion lebih awal dalam laga derbi,’’ ungkapnya.

Menurut Giampaolo, kekalahan tersebut terjadi lantaran pemain Inter lebih berpengalaman daripada anak asuhnya. ’’Kami mengawali laga dengan ragu-ragu,’’ klaim Giampaolo kepada DAZN. ’’Saat bereaksi setelah kemasukan, pemain-pemain malah bereaksi secara emosional,’’ imbuhnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads