alexametrics

Investor AS di Liga Elite Eropa: Bukan Pelit, tapi Ingin Cermat

23 Juni 2022, 09:16:28 WIB

JawaPos.com – Sebenarnya, uang yang dimiliki investor AS bisa menandingi, katakanlah, investor dari Timur Tengah.

Mereka bisa jor-joran di bursa transfer. Tetapi, yang terlihat, mayoritas investor AS lebih adem ayem. Bahkan, tidak sedikit yang melabeli mereka pelit.

AC Milan yang baru dibeli RedBird Capital Partners awal bulan ini sempat berharap bakal mendapat sokongan dana besar untuk memperkuat skuad.

Dua pemain Lille OSC, gelandang Renato Sanches dan bek tengah Sven Botman, disebut bakal datang seiring sudah tercapai kesepakatan personal antara Rossoneri dan mereka.

Pada kenyataannya, proses transfer tidak bisa dituntaskan. Rossoneri disebut kekurangan uang. Padahal, harga dua pemain itu ”hanya” EUR 45 juta (Rp 704 miliar) dengan Botman paling mahal, yakni EUR 30 juta (Rp 469,5 miliar).

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Paris Saint-Germain dan Newcastle United (kebetulan keduanya klub milik taipan Timur Tengah) untuk siap menelikung.

Chelsea yang begitu royal di era kepemilikan Roman Abramovich pun kini seperti menahan diri bersama pemilik baru Todd Boehly.

The Blues belum menyelesaikan pekerjaan memboyong Raheem Sterling (Manchester City) atau Ousmane Dembele (FC Barcelona) meski sudah ada tanda oke dari pelatih Chelsea Thomas Tuchel.

Menurut Football London, Boehly tidak ingin Chelsea gegabah dalam pergerakan di bursa transfer.

Pembelian striker Romelu Lukaku dari Inter Milan musim lalu dengan banderol EUR 113 juta (Rp 1,77 triliun) jadi pelajaran penting.

Sebab, kemarin (22/6) striker timnas Belgia itu kembali ke Inter dengan status pinjaman selama semusim. Dia hanya mencetak 15 gol dalam 44 laga bersama The Blues musim lalu.

Padahal, selama dua musim di Nerazzurri, dia rata-rata mencetak 32 gol.

Lukaku menambah panjang daftar rekrutan striker era Abramovich yang performanya tidak sesuai dengan harganya.

Nama lainnya adalah Timo Werner Rp 830 miliar, Alvaro Morata Rp 1,03 triliun, maupun Michy Batshuayi Rp 611 miliar.

Apalagi, klub asal London Barat itu baru saja ”memulihkan diri” secara finansial setelah sanksi dari pemerintah Inggris karena faktor Abramovich.

”Klub perlu lebih cermat, khususnya di bursa transfer,” ucap Boehly di laman resmi klub.

Berkaca dari Liverpool FC yang dimiliki investor AS, John W. Henry dan Tom Werner, belanja besar bursa transfer ada waktunya.

Sejak mengakuisisi klub asal Merseyside itu pada 2010, baru lima tahun terakhir LFC memiliki sederet rekrutan berbanderol mahal.

Tahun ini, misalnya, The Reds mengeluarkan uang banyak (Rp 1,87 triliun) untuk mendapatkan Luis Diaz dari FC Porto pada Januari lalu dan Darwin Nunez (eks SL Benfica) per 13 Juni lalu.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : io/c6/dns

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads