alexametrics

Aktivitas Klub-Klub Dunia di Tengah Pandemi Covid-19 (2)

Cukup Lihat Motnitor dan Jam Pintar
23 Maret 2020, 18:15:20 WIB

JawaPos.com – Selama Maret, klub-klub Eropa tidak diperbolehkan menggelar sesi latihan di kamp latihan masing-masing. Namun, itu bukan alasan klub untuk menghentikan segala aktivitas pemainnya. Sebab, cukup dengan melihat layar monitor dan jam pintar, semua bisa terkendali.

Thomas Mueller masih dapat mendengar instruksi dari pelatih kebugaran Bayern Muenchen Dr Holger Broich. Dia tak perlu jauh-jauh bepergian 50 kilometer dari kediamannya di Pahl ke Muenchen. Dia cukup duduk manis di rumahnya supaya serasa di Saebener Strasse, kamp latihan Bayern. Ya, semua karena metode latihan yang diterapkan Bayern.

’’Kami sudah memiliki sesuatu yang tiga kali sangat istimewa. Cybertraining namanya,’’ ucap Mueller dalam sesi tanya jawab dengan fans di akun Instagram-nya, @esmuellert, kemarin WIB (21/3). ’’Dasarnya, ini sesi latihan lewat obrolan video. Kami terhubung dengan pelatih, dalam hal ini pelatih kebugaran, yang ada di Saebener Strasse. Dia tunjukkan menu latihan hari itu dan kami mengikutinya,’’ sambung wakil kapten klub berjuluk Die Roten tersebut.

Untuk menunjangnya, manajemen klub yang merajai Bundesliga itu mengirimkan peranti latihan ke kediaman tiap-tiap pemain. Misalnya sepeda ergometer atau sepeda statis. Mueller menyebut alat itu juga jadi alatnya berlatih. ’’Selain itu, kami berlatih beban. Kami sudah melakukan sedikit demi sedikit dan kami masih cukup bersemangat,’’ ujarnya.

’’Cybertraining’’ tersebut diberlakukan ke pemain Bayern mulai latihan Rabu siang lalu (18/3). Artinya, sudah tiga hari pemain Bayern merasakan efek latihan tersebut. ’’Otot perutku jarang sebagus ini!’’ pamernya. ’’Selain latihan, kami masih bisa mengobrol di antara kami sebagai sarana menjaga perasaan kami bersama,’’ ucapnya.

Der trainer Bayern Hansi Flick sudah merasa puas dengan uji coba metode latihan via video itu. ’’Kami semua harus coba menangani situasi ini dengan cara yang positif. Dari saat uji coba pertama latihan dengan jarak jauh ini, semua pemain kami termotivasi. Semua mampu menjalaninya dengan sangat baik,’’ klaim Flick di laman resmi klub.

Flick membeberkan, fokus dari program latihan tersebut lebih kepada ketahanan dasar sampai latihan interval berintensitas tinggi dan latihan kekuatan. ’’Durasinya 75 menit sampai 90 menit. Bergantung menunya,’’ sebut Flick. Lalu, bagaimana mereka bisa mengecek hasil latihannya itu? ’’Memakai jam pintar, sehingga kami bisa menyesuaikan beban latihan bagi tiap individu,’’ ucap Broich di laman Kicker.

Selain Bayern, klub-klub Eropa lainnya menerapkan metode latihan jarak jauh tersebut. Barcelona contohnya. Dilansir di laman Sport, Barca melalui trio pelatih fisiknya, Edu Pons, Antonio Gomez, dan Fran Soto, mengecek latihan yang dilakukan Lionel Messi dkk setelah mendapat materi dari mereka.

Daily Mail menuliskan, klub-klub di Premier League juga melakukan metode latihan itu. Selain mengirimkan peralatan olahraga dan menu latihan kepada pemainnya, klub-klub Premier League menambahkan peranti untuk memudahkan mereka memantau hasil latihan dari pemain-pemainnya. ’’Jam pintar buatan produk-produk ternama pun mereka libatkan dalam latihan ini,’’ sebut Daily Mail.

Nah, sama dengan yang dilakukan Bayern, dengan jam pintar tersebut, klub berharap bisa memonitor seluruh aktivitas latihan pemainnya. Setiap gerakan sampai pola tidur si pemakainya akan terekam. Setelah itu, pemain akan mengunggah perincian sesi latihan tersebut kepada pelatih kebugaran dan staf pelatih klub mereka.

Tak disebutkan nama klubnya. Tapi, Wolverhampton Wanderers ditengarai jadi salah satu yang memakainya. Dilansir laman Daily Mirror, para pemain Wolves terlebih dahulu mendapat menu latihan melalui aplikasi WhatsApp. Lalu, mereka menjalankan materi latihan tersebut dan hasilnya dilaporkan ke pelatih kebugaran Antonio Dias.

DARI LATIHAN SAMPAI DONASI

ADA banyak cara yang dilakukan klub-klub selama penghentian kompetisi karena virus korona. Selain mencari cara agar pemain bisa berlatih, ada juga yang memberikan bantuan untuk daerah sekitarnya dalam penanganan pandemi korona.

BAYERN MUENCHEN

Memberlakukan latihan ’’cybertraining” yang memudahkan pemain berlatih di bawah arahan Hansi Flick dari rumah masing-masing.

Mengirimkan sepeda statis ke setiap pemain.

ARSENAL

Mengirimkan peranti latihan bagi pemain yang tak memilikinya. Selain sepeda ergometer, mereka mengirimkan peralatan untuk latihan beban.

Memberikan rekomendasi diet kepada pemain.

LIVERPOOL

Sesi latihan hanya berlaku untuk pemain-pemain yang mengalami cedera seperti Alisson Becker, Xherdan Shaqiri, Nathaniel Clyne, dan Yasser Larouci.

ESPORTE CLUBE BAHIA, ATLETICO PARANAENSE, SAO PAULO

Menawarkan kamp latihannya sebagai tempat perawatan pasien korona di kota mereka masing-masing. Kamp milik Bahia, misalnya, memiliki 28 kamar.

INTER MILAN

Menyumbangkan 300 ribu masker ke rumah sakit di Milan dan mendonasikan uang EUR 500 ribu (Rp 8,62 miliar).

ABERDEEN

Menyiapkan salah satu tribun di stadionnya (Pitoddrie’s Richard Donald Stand) sebagai tempat pengetesan korona.

OLYMPIQUE LYON

Mendonasikan uang EUR 100 ribu (Rp 1,73 miliar) untuk membantu penelitian Covid-19 di Rumah Sakit Lyon. Selain itu, mereka menyumbang EUR 200 ribu (Rp 3,46 miliar) lagi kepada pihak rumah sakit untuk membeli peralatan yang dibutuhkan selama menangani kasus pandemi korona di Kota Lyon.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads