alexametrics
Kualifikasi Euro 2020

Tanpa Pemain Nomor 9, Jerman dan Belanda Tetap Produktif

22 November 2019, 19:00:30 WIB

JawaPos.com – Bagaimana jadinya jika sebuah tim minim striker? Jika pertanyaan itu diberikan kepada Jerman dan Belanda, mereka tidak akan cemas. Sebab, lini kedua mereka produktif. Itu terlihat selama kualifikasi Euro 2020.

Salah satu buktinya tersaji pada matchday pemungkas kualifikasi kemarin dini hari. Saat Jerman menang 6-1 atas Irlandia Utara, tidak ada gol yang disumbangkan si nomor 9. Padahal, Timo Werner ada di line-up. Sebagai gantinya, der trainer Joachim Loew menempatkan wide attacker Serge Gnabry sebagai false nine.

Hasilnya? Pemain Bayern Muenchen tersebut mencetak hat-trick. Eks pemain Arsenal itu pun menjadi top scorer Die Mannschaft sepanjang kualifikasi dengan torehan delapan gol. Total, dari 13 caps bersama Jerman, pemain 24 tahun itu mencetak 13 gol alias 1 gol per pertandingan. Hanya Gerd Mueller yang bisa melakukannya 50 tahun lalu.

Trigol Gnabry kemarin adalah yang kedua bersama Jerman. Hat-trick pertama tercipta pada debut melawan San Marino (11/11/2016) di kualifikasi Piala Dunia 2018. Bulan lalu dia juga tampil menghebohkan dengan mencetak quat-trick ketika Bayern menang 7-2 atas Tottenham Hotspur pada matchday kedua fase grup Liga Champions (2/10). Lebih jauh, dari 30 gol Jerman selama kualifikasi, 25 gol atau 83 persen berasal dari pemain nonstriker. Bahkan, Werner hanya mendapat ’’jatah’’ dua gol.

’’Rekor gol Gnabry sangat fenomenal dan saya akan terkejut jika Jerman tidak melaju jauh (di Euro 2020, Red),’’ papar pelatih Irlandia Utara Michael O’Neill kepada Daily Mail. ’’Selain itu, jadi misteri bagi saya karena klub-klub Inggris gagal mendapatkan kontribusi maksimal darinya (Gnabry, Red),’’ lanjutnya merujuk pada kegagalan Gnabry ketika berkostum Arsenal (2012–2016) dan dipinjamkan ke West Bromwich Albion (2015–2016). Selama empat musim berkarir di Inggris, Gnabry hanya tampil dalam empat laga tanpa gol.

Belanda setali tiga uang. Produktivitas lini kedua mereka memang tidak setinggi Jerman, tapi tetap saja mendominasi. Dari 24 gol Der Oranje selama kualifikasi, 15 gol merupakan sumbangsih lini kedua.

Jika Gnabry moncer di Jerman, Belanda punya Georginio Wijnaldum. Gelandang Liverpool itu melesakkan delapan gol dan menjadikannya top scorer Belanda selama kualifikasi. Dia juga mencetak tiga gol saat Belanda menang lima gol tanpa balas melawan Estonia kemarin. Pemain 29 tahun itu menjadi gelandang pertama Belanda yang mencetak tiga gol setelah Johan Neeskens pada 1972. Semakin memorable bagi Gini –sapaan Wijnaldum– karena dia menjadi kapten pada laga tersebut menggantikan bek tengah Virgil van Dijk.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads