alexametrics
Legenda

Fernando Torres, Satu Lagi Generasi Emas Timnas Spanyol yang Pensiun

22 Juni 2019, 18:50:23 WIB

JawaPos.com – Tidak ada yang salah pada Fernando Torres. Kemampuan fisiknya mungkin tak lagi sekuat setengah dekade lalu. Skill dia juga masih terjaga. Untuk bersaing di level teratas, setidaknya untuk satu hingga dua musim ke depan, Torres masih bisa. Apalagi, saat ini dia ’’hanya’’ bermain di J-League. Alias Liga Jepang. Bersama klub Sagan Tosu.

Namun, kemarin pemain kelahiran 20 Maret 1984 itu membuat pengumuman mengejutkan di media sosialnya. El Nino –begitu dia dijuluki– menyudahi perjalanan panjangnya di lapangan hijau.

’’Setelah 18 tahun karir, kini sudah saatnya mengakhiri segalanya di sepak bola,’’ ucap striker 35 tahun itu dalam video singkatnya. Dia menambahkan segera menjelaskan segalanya secara lengkap dalam konferensi pers resmi Minggu (23/6). Tentang alasan dia sebenarnya, juga rencana-rencana masa depan.

Pernyataan Torres membuatnya kebanjiran tribute. Terutama dari tim-tim yang pernah dibelanya. Terutama Atletico Madrid, tim yang membesarkan namanya. Juga dua tim Premier League, Liverpool dan Chelsea. Begitu juga AC Milan, tempat dia dipinjamkan dari Chelsea dan gagal bersinar. ’’Nikmati masa pensiunmu, ya,’’ tulis akun Instagram resmi Chelsea dan Liverpool. Akun dua klub tersebut juga membuat video kompilasi gol-gol Torres pada masa jayanya.

Agen Torres, Antonio Sanz, punya prediksi apa yang akan dilakukan pencetak 38 gol buat timnas Spanyol itu selepas pensiun. Sebagaimana dilansir Marca, dia percaya bahwa pria kelahiran Fuenlabrada itu cepat atau lambat akan kembali ke Atleti.

’’Pasti banyak pihak yang menginginkan dia sesegera mungkin kembali ke Atleti. Jika aku harus bertaruh, dia memang akan ke sana,’’ ujar Sanz. ’’Hanya, mungkin tidak secepat yang diinginkan banyak orang,’’ lanjut dia.

Harus diakui bahwa perjalanan karir Torres memang erat bertautan dengan Los Colchoneros –sebutan Atleti. Dia adalah jebolan akademi rival sekota Real Madrid tersebut. Enam tahun (1995–2001) Torres muda menimba ilmu. Karir profesionalnya juga dimulai di sana. Sepuluh tahun dia berbaju Atleti, yang terbagi dua periode (2001–2007 dan 2014–2018).

Bersama Atleti, Torres juga membukukan beberapa milestone hebat. Yakni, mencetak 100 gol dan membukukan 300 pertandingan di semua ajang bagi Atleti pada musim 2015–2016.

Kecintaan Torres kepada Atleti mendapat balasan setimpal dari suporter. Saat kembali dari Chelsea pada 2015, dia disambut sekitar 45 ribu suporter di stadion lama Estadio Vicente Calderon. Hal serupa terjadi ketika Torres mengucapkan perpisahan kepada Atleti tahun lalu di stadion baru Estadio Wanda Metropolitano. Kala itu ada jersey raksasa Torres yang ditandatangani fans Atleti.

Salah satu sosok yang berperan penting bagi karir El Nino, Carlos Garcia Cantarero, memanfaatkan momentum itu untuk mengenang masa lalu. Cantarero adalah entrenador Atleti ketika Torres melakoni debut profesional pada 27 Mei 2001. Kala itu, Atleti menghadapi Leganes dalam lanjutan Segunda Division.

’’Saya ingat, waktu itu memberikan instruksi kepadanya seolah dia pemain veteran,’’ kenang Cantarero. ’’Tetapi, saya tahu dia bisa berkembang pesat. Meskipun, debut itu berbau keberuntungan juga. Tetapi, jika saya tidak memberi dia (kesempatan) waktu itu, pelatih lain yang akan melakukannya,’’ papar pria 57 tahun itu.

Bagi Spanyol, pensiunnya Torres membuat generasi emas mereka ketika menjuarai Euro 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010 makin tergerus. Sebelumnya, ada beberapa pemain yang pensiun. Di antaranya, Iker Casillas, Carles Puyol, Xavi Hernandez, dan Andres Iniesta.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/na

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads