alexametrics
Serie A Italia

AC Milan vs Inter Milan: Ini Baru Derby yang Sesungguhnya

21 September 2019, 19:00:50 WIB

JawaPos.com – ”Derby perdana itu seperti ciuman pertama (yang tak terlupakan, Red)”. Begitu La Gazzetta dello Sport menggambarkan Derby della Madonnina di San Siro dini hari nanti bagi allenatore AC Milan Marco Giampaolo dan allenatore Inter Milan Antonio Conte.

Inilah untuk kali pertama Giampaolo dan Conte menjalani derby Milan. Giampaolo memang pernah merasakan Derby della Lanterna semasa menangani Sampdoria (2016–2019) atau melawan Genoa.

Begitu pula Conte yang kenyang dengan Derby della Mole kontra Torino, baik sebagai pemain maupun pelatih Juventus. Namun, atmosfer, tradisi, dan prestisenya tentu masih kalah megah dengan Derby della Madonnina. The Godfather –julukan Conte– mengakui derbi Milan edisi ke-224 dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB) memiliki tekanan besar. Selain posisi Inter sebagai capolista dan masih sempurna dalam tiga laga awal, Nerazzurri baru saja tertahan (seri 1-1) di kandang melawan Slavia Praha dalam ajang Liga Champions (18/9).

”Aku yakin bisa mengatasi tekanan itu,” ucap Conte seperti dilansir Inter TV. Banyak pihak yang menyebut Inter di era Conte belum teruji melawan klub tangguh. Hal itu mengacu tiga lawan sebelumnya yang sebatas klub-klub medioker. Lecce (27/8), Cagliari (2/9), dan Udinese (15/9).

Conte kali terakhir merasakan derbi semasa menangani Chelsea (2016–2019). Tapi, statistiknya melawan empat klub London –mulai Arsenal, Tottenham Hotspur, West Ham, hingga Crystal Palace– tidak terlalu bagus. Conte hanya membawa Chelsea menang 8 kali dari 22 laga. ”Aku di sini untuk membuat para penggawaku bermain lebih bagus. Khususnya dalam laga-laga penting ini,” tutur The Godfather.

Antusiasme menyambut Derby della Madonnina juga dirasakan Giampaolo. Pelatih pengganti Gennaro Gattuso itu menilai, memenangi debut derby bersama Rossoneri, dengan mengalahkan pelatih sekelas Conte plus menodai start mulus Nerazzurri, tak ubahnya hadiah berlipat-lipat. ”Aku memang tidak pernah bertemu dengannya (Conte), tapi aku tahu seperti apa gaya yang dia miliki,” kata dia di Milanello, tadi malam WIB.

Giampaolo maupun Conte semula diprediksi membawa perubahan masif dalam formasi permainan tim masing-masing. Tapi, ketika Conte mampu menancapkan pakem 3-5-2 untuk Samir Handanovic dkk, Giampaolo harus memodifikasi skema andalannya, 4-3-1-2, karena tidak klik dengan Alessio Romagnoli dkk. Khususnya di lini serang. Dalam dua laga terakhir, Rossoneri bermain dengan formasi cemara 4-3-2-1 dan berbuah dua kemenangan beruntun.

Masalahnya, dua kemenangan itu diraih dengan skor tipis 1-0. Yakni, atas Brescia (1/9) dan Hellas Verona (16/9). Perlu ada bantuan ketika penyerang tengah Krzysztof Piatek terisolasi di pertahanan lawan. Sejauh ini, Suso lebih berfungsi saat beroperasi dengan memanfaatkan lebar lapangan ketimbang bola-bola direct. Sementara itu, naluri gol Lucas Paqueta masih perlu diasah.

”Kami harus memikirkan cara membongkar pertahanan mereka karena aku tak suka dengan tim yang memprioritaskan bertahan lalu menyerang dengan memainkan bola-bola panjang. Aku ingin menghadapi mereka (Inter) dengan cara sempurna (ofensif atau adu serangan, Red),” tutur Giampaolo seperti dikutip laman Pianeta Milan.

Perkiraan Pemain
AC Milan (4-3-2-1): 99-Donnarumma (g); 12-Conti, 22-Musacchio, 13-Romagnoli (c), 68-Rodriguez; 79-Kessie, 20-Biglia, 10-Calhanoglu; 8-Suso, 39-Paquetà; 9-Piatek
Pelatih: Marco Giampaolo

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g/c); 2-Godin, 6-De Vrij, 37-Skriniar; 33-D’Ambrosio, 8-Vecino, 77-Brozovic, 12-Sensi, 18-Asamoah; 10-Lautaro, 9-Lukaku
Pelatih: Antonio Conte

Wasit: Daniele Doveri
Stadion: San Siro, Milan
Live: beIN Sports 2 pukul 01.45 WIB

Asian Handicap ¼:0

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads