alexametrics

Preview Real Sociedad vs FC Barcelona: Di Mana Buku Taktik Xavi?

21 April 2022, 10:06:35 WIB

JawPos.com  Xavi Hernandez memang membawa perubahan besar bagi FC Barcelona.

Barca yang masih bergelut di papan tengah La Liga pada awal November tahun lalu dibawa Xavi ke peringkat kedua selang lima bulan atau awal bulan ini.

Hal itu tentu bukan pekerjaan mudah bagi pelatih yang baru merintis karier di klub Qatar Al Sadd SC (2019–2021), lalu harus menangani Barca di tengah musim.

Xavi diuntungkan karena dirinya adalah mantan gelandang Barca selama 17 tahun (1998–2015). Alhasil, dia punya ide yang jelas dan formula untuk mengembalikan identitas permainan Blaugrana sebagai tim pengusung tiki-taka.

Yang belum dimiliki Xavi adalah pengalaman dalam mencari solusi ketika Sergio Busquets berada dalam fase negatif.

Dalam dua laga terakhir, Barca takluk di Camp Nou. Masing-masing 2-3 oleh Eintracht Frankfurt sehingga tereliminasi dari Liga Europa (15/4) dan 0-1 oleh Cadiz CF dalam jornada ke-32 La Liga empat hari berselang (19/4).

Padahal, di era Xavi, kalah back-to-back sudah berlangsung tiga kali.

Sebelumnya ketika Barca takluk 0-1 oleh Real Betis dalam jornada ke-16 (5/12/2021) dan berlanjut dengan menyerah 0-3 di kandang Bayern Munchen pada laga pemungkas grup Liga Champions (9/12/2021). Kekalahan oleh Bayern membuat Barca terlempar ke Liga Europa.

Berikutnya terjadi pertengahan Januari lalu. Barca kehilangan dua gelar sekaligus setelah menyerah 2-3 oleh Real Madrid dalam semifinal Supercopa de Espana (13/1).

Sepekan berselang (21/1), laju Barca di Copa del Rey dihentikan Athletic Bilbao dalam babak 16 besar. Skornya sama seperti El Clasico sekaligus sampai babak waktu tambahan.

’’Saya tak pernah meragukan mentalitas pemain hanya karena kami beberapa kali dalam situasi buruk (kalah back-to-back dan kehilangan peluang gelar, Red).”

”Banyak laga lain yang menunjukkan kekuatan (mentalitas) tim ini,’’ kata Xavi kepada Marca.

Upaya Xavi untuk membawa Barca keluar dari situasi sulit saat ini pun tidak mudah.

Barca bakal melakoni jornada ke-33 La Liga dini hari nanti di kandang Real Sociedad, Reale Arena (siaran langsung beIN Sports 1/Vidio/UseeTV GO pukul 02.30 WIB).

La Real –sebutan Real Sociedad– kini menempati peringkat keenam dengan gap lima angka (55-60) dari Barca. Klub asuhan Basque itu kerap menyulitkan klub papan atas La Liga di kandangnya.

Apalagi kalau Xavi sampai lupa menemukan buku taktiknya, seperti sindiran Barcelonistas di media sosial.

Xavi diduga tidak punya plan B atau mengubah permainan saat timnya dalam kebuntuan. Ketika dikalahkan Cadiz CF, misalnya, Barca mengakhiri laga dengan lima penyerang.

Yakni, Adama Traore, Ousmane Dembele, Ferran Torres, Luuk de Jong, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Nama terakhir juga bermain dengan menggantikan penyerang lainnya, Memphis Depay.

’’Sejarah klub seolah mengharuskan dia (Xavi, Red) bermain dengan cara tertentu, permainan dengan DNA Barca. Tapi, dalam situasi terdesak, tidak ada larangan untuk menggunakan cara berbeda,’’ tutur mantan entrenador Barca Femeni Lluis Cortes kepada ESPN.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : io/c18/dns

Saksikan video menarik berikut ini: