alexametrics
Kualifikasi Euro 2020

Roberto Mancini: Saya Pikir Tim Lain Akan Lebih Suka Hindari Italia

20 November 2019, 18:00:00 WIB

JawaPos.com – Gagal lolos putaran final Piala Dunia 2018 merupakan aib bagi Italia. Namun, Gli Azzurri-julukan timnas Italia-mampu bangkit dari keterpurukan. Mereka tak hanya sukses menyegel tiket putaran final Euro 2020. Tapi, tim asuhan Roberto Mancini itu lolos dengan menyapu bersih kemenangan di fase kualifikasi.

Kemenangan terakhir di fase grup dibukukan saat Italia menghajar Armenia dengan skor telak 9-1. Ini kali pertama sepanjang sejarah mereka berhasil sapu bersih laga di kualifikasi. Baik di Euro atau Piala Dunia.

Hebatnya, sapu bersih 10 laga kualifikasi Euro 2020 semua terjadi tahun ini. Tim lainnya yang berpotensi sapu bersih adalah Belgia di grup I. Syaratnya, Belgia harus bisa menaklukkan Siprus dini hari tadi.

Mancio–sapaan akrab Mancini-langsung banjir pujian. Sejak melatih Italia per 14 Mei 2018, eks pelatih Inter Milan dan Manchester City itu sudah memainkan 20 laga. Rinciannya, 14 menang, empat seri, dan hanya dua kali kalah. Mancio mencatat rasio kemenangan sebesar 70 persen. Ini merupakan rasio kemenangan tertinggi dari beberapa pelatih Italia sebelumnya.

Salah satu kejelian Mancini adalah memadukan beberapa pemain muda. Nama-nama seperti gelandang serang Nicolo Zaniolo, wide attacker Federico Chiesa, kiper Gianluigi Donnarumma, dan gelandang Nicolo Barella diberi jatah menit bermain lebih banyak.
Langkah itu terbukti jitu. Deretan pemain muda pilihan Mancini tidak canggung bekerja sama dengan penggawa senior seperti bek Leonardo Bonucci, wide attacker Lorenzo Insigne, kiper Salvatore Sirigu, gelandang Jorginho, dan gelandang Marco Verratti.

”Para pemain muda sudah memberi sesuatu yang istimewa. Salah satu faktornya adalah mereka punya jiwa nasionalis tinggi plus didukung penuh oleh tifosi dari beberapa tim yang berbeda,” ucap pelatih 54 tahun itu seperti dilansir Corriere dello Sport.
Tugas Mancini berikutnya adalah, menjaga ritme permainan tim. Terutama, memantau penampilan pemainnya bersama klub masing-masing. Sebab, laga internasional berikutnya baru dimulai Maret 2020.

“Mulai besok (hari ini, Red), kami akan memulai perjuangan lainnya. Tentu saja kami ingin terus berkembang pada pertandingan persahabatan di bulan Maret (2020, Red),” ujarnya. ”Akan sangat bagus bagi kami jika bisa melawan setidaknya dua tim dari level tinggi seperti Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol, atau tim yang lebih baik dari kami,” papar Mancini.

Mancini tak memungkiri kalau Azzurri bakal diperhitungkan di Euro tahun depan. ”Ya, setelah ini, saya pikir tim lain akan lebih suka menghindari pertemuan dengan Italia,” timpalnya.

Di sisi lain, pelatih Armenia Abraham Khashmanyan langsung menawarkan pengunduran diri. ”Jika federasi menganggap bahwa ini (kekalahan telak, red) adalah kesalahanku, saya bisa mundur besok (hari ini, red),” ucap Abraham seperti dikutip Football Italia. ”Jika federasi memintaku untuk melanjutkan pekerjaan ini, saya harus mengubah semuanya. Karena ada sesuatu yang tak bekerja di tim ini,” jelasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : Io

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads