Kejutan Union Berlin: Teropong untuk Uli Honess

20 September 2022, 20:00:21 WIB

JawaPos.com – Musim anomali tidak hanya terjadi di Serie A. Bundesliga yang identik dengan superioritas Bayern Munchen atau setidaknya Borussia Dortmund tidak tampak setelah spieltag ketujuh Bundesliga musim ini.

Union Berlin yang baru mencicipi Bundesliga pada musim 2019–2020 secara mengejutkan bisa meraih puncak klasemen sejak spieltag keenam.

Bahkan, pada spieltag kelima, posisi nomor satu ditempati klub kejutan lainnya, SC Freiburg.

Bayern? Peraih Meisterschale sepuluh musim terakhir itu melorot ke peringkat kelima setelah menelan kekalahan 0-1 oleh FC Augsburg pada Sabtu malam (17/9) WIB.

Berbanding terbalik dengan capaian Union yang membungkam klub asuhan mantan pelatih Bayern Niko Kovac, VfL Wolfsburg, 2-0 di Stadion An der Alten Forsterei, Berlin.

Dua hasil yang berbeda dalam 24 jam itu memperlebar jarak antara Union dan Bayern menjadi 5 poin (17-12).

Situasi yang dimanfaatkan koran Berlin, Berliner Zeitung, untuk membuka memori terkait dengan ucapan Uli Honess selaku direktur olahraga Bayern pada 2007.

”Kami harus memastikan bahwa tangisan (klub-klub di Bundesliga, Red) dimulai ketika klub yang lain melihat kami di papan klasemen menggunakan teropong,” kata Honess kala itu.

Menggunakan teropong karena jarak Bayern saat melesat ke puncak klasemen Bundesliga lebih sering berselisih lebih dari dua angka.

”Berselang 15 tahun kemudian (musim ini), Bayern hanya melihat klub terdepan dengan menggunakan teropong,” sindir Berliner Zeitung.

Yang perlu diketahui, capaian Union saat ini bukan kebetulan. Klub sekota Hertha BSC itu memang memiliki tim yang sudah solid dalam racikan der trainer Urs Fischer sejak 2018.

Kemenangan atas Wolfsburg berarti memperpanjang rekor tak terkalahkan Union di Bundesliga menjadi 14 laga. Termasuk saat menahan seri 1-1 Bayern pada spieltag kelima (3/9).

”Saya terkesan dengan apa yang dilakukan tim ini. Kami berlari 122 kilometer hanya tiga hari setelah laga Eropa (kalah 0-1 melawan Sporting Braga di Liga Europa, Red) yang sulit,” tutur Fischer.

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : ren/c19/dns

Saksikan video menarik berikut ini: