alexametrics
Premier League

Polisi Tempatkan Mata-mata Pantau untuk Klub Patuhi Protokol Kesehatan

20 Mei 2020, 08:30:56 WIB

JawaPos.com – Premier League dan La Liga memiliki agenda yang sama sejak awal pekan ini (18/5). Klub-klub di dua liga elite Eropa tersebut mendapat izin menggelar latihan secara berkelompok untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19.

La Liga, misalnya. Setelah menjalani fase latihan individu selama dua pekan, setiap klub bisa melakoni fase latihan dengan 10 sampai 14 pemain. ’’Pekan yang lebih menyenangkan,’’ kata kapten sekaligus bek Real Madrid Sergio Ramos di Valdebebas kemarin (19/5).

La Liga yang merencanakan kembali memutar kompetisi pada 12 Juni pun menetapkan protokol untuk jumlah orang yang diizinkan berada di dalam dan sekitar stadion. Jika Bundesliga mencapai 322 orang, La Liga lebih sedikit atau 197 orang.

Kemudian, aturan saat pertandingan berlangsung hampir mirip dengan Bundesliga. Mulai pemain akan dites 24 jam sebelum pertandingan, tidak ada salaman sebelum dan sesudah pertandingan, pengaturan jarak di bangku cadangan, hingga jalur masuk maupun keluar stadion yang berbeda di antara dua tim. ’’Kalaupun ada yang berbeda, diberikannya kesempatan kepada pemain melakukan selebrasi setelah mencetak gol,’’ tulis The Sun.

Bagaimana dengan Premier League? Regulator kompetisi tertinggi Inggris memberikan pengawasan ketat untuk latihan klub-klub yang paling panjang berdurasi 75 menit. Yakni, bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan pemain, pelatih, dan staf klub menaati langkah per langkah dalam mengantisipasi penularan virus SARS-CoV-2. ’’Kami akan meminta rekaman video latihan klub-klub, dari awal sampai akhir,’’ kata Direktur Sepak Bola Premier League Richard Garlic seperti dikutip Liverpool Echo.

Tugas polisi tidak sekadar memantau latihan klub. Mereka juga punya kewenangan membubarkan latihan jika klub tidak mematuhi protokol latihan lebih dari 75 menit per hari. ’’Mengapa kami demikian galak soal protokol ini? Sebab, kami ingin memastikan semua mematuhi protokol sehingga ketika kompetisi benar-benar berlanjut tak akan ada masalah di depan,’’ imbuh Garlic.

Salah seorang pelatih klub Premier League yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan bahwa pengawasan dari polisi sangat ketat. Padahal, suasana latihan hari pertama sebenarnya agak canggung karena mereka tidak pernah bertemu secara langsung selama lebih dari 60 hari. ’’Mereka bahkan menempatkan mata-mata di dalam lapangan latihan,’’ ucap pelatih itu.

Internal klub Premier League bakal semakin tereksploitasi seandainya permohonan izin dua stasiun televisi pemegang hak siar Premier League, BT Sport dan Sky Sports, terealisasi. Yakni, soal otoritas hingga ke ruang ganti. ’’Dua pemegang hak siar itu sedang bernegosiasi dengan klub maupun regulator liga supaya diberi izin memasang kamera dan mikrofon sampai ruang ganti. Jadi, mereka akan mendapatkan gambar eksklusif,’’ tulis Daily Mail.

Di sisi lain, meski sudah menggelar latihan berkelompok, Premier League belum memastikan apakah melanjutkan kompetisi seperti rencana semula, pada 12 Juni mendatang, atau malah mundur. Chief Executive Premier League Richard Masters seperti dikutip Daily Mail kemarin menyatakan, selama belum ada kesepakatan tanggal baru, 12 Juni tetap dianggap sebagai titik awal Project Restart, sebutan untuk rencana menggulirkan lagi Premier League 2019–2020 .

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns



Close Ads