alexametrics
La Liga Spanyol

Barcelona vs Granada: Tantangannya Bukan Hanya Kemenangan

19 Januari 2020, 19:00:38 WIB

JawaPos.com – Salah satu kampanye entrenador anyar FC Barcelona Quique Setien adalah mengembalikan filosofi tiki-taka. Nah, tepat sepekan sejak ditunjuk menggantikan Ernesto Valverde, El Maestro –julukan Setien– punya kesempatan untuk membuktikannya saat tampil debut kontra Granada pada jornada ke-20 La Liga dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 03.00 WIB).

Nah, ternyata melakoni laga pertama bersama tim sekaliber Barca tidak semudah yang dibayangkan. Sejak era milenial, tidak semua entrenador baru Blaugrana langsung tancap gas pada pertandingan pertama mereka. ’’Bagi saya, setiap pemain memiliki peran yang sama. Yakni, bekerja untuk tim dan bisa membantu untuk mendominasi penguasaan bola. Kita semua tahu DNA Barca,” ucap Setien sebagaimana dilansir Mundo Deportivo.

Handicap utama pelatih 61 tahun itu adalah mencari pengganti striker Luis Suarez yang cedera lutut. Striker timnas Uruguay itu harus menepi hingga setidaknya awal Mei 2020. Opsi paling masuk akal adalah mengembalikan posisi Antoine Griezmann sebagai striker. Sebab, sejak hijrah ke Barca awal musim ini, Grizi –sapaan Griezmann– memang diplot sebagai wide attacker kiri. Padahal, posisi aslinya adalah wide attacker kanan atau striker. Sedangkan wide attacker kanan di Barca sudah diplot untuk Messi.

Nah, setelah Grizi mengisi pos yang ditinggal Suarez, PR Setien adalah menemukan pemain yang cocok untuk mengisi wide attacker kanan. Untuk hal itu, wonderkid Ansu Fati paling cocok. Sebab, Ousmane Dembele juga sedang cedera hamstring. Eks pemain Borussia Dortmund itu setidaknya harus absen hingga pertengahan bulan depan.

Jika jadi starter, laga yang dihelat di Camp Nou dini hari nanti sekaligus jadi starter kelima bagi Fati. Hebatnya, Barca tidak pernah kalah jika Fati menghuni starting line-up. Yakni, tiga kali menang dan sekali seri dengan mencetak 1 gol dan mencatat 1 assist.

Namun, Granada adalah lawan yang tricky bagi Barca. Tim asuhan Diego Martínez itu jadi tim yang membuat Lionel Messi dkk merasakan kekalahan kedua musim ini. Tepatnya terjadi pada jornada kelima (22/9/2019). Kala itu, Barca kalah 0-2.

Performa Nazaries –julukan Granada– musim ini juga mengejutkan dengan sempat bercokol di posisi runner-up setelah jornada ketujuh dan kesepuluh. Tetapi, ternyata penampilan Granada terus merosot. Salah satu buktinya, mereka jadi salah satu tim dengan performa tandang terburuk dengan hanya menang dua kali dalam sembilan pertandingan.

Bandingkan dengan Barca yang begitu perkasa dengan belum terkalahkan ketika tampil di Camp Nou di semua ajang. Perinciannya, 10 dari 12 pertandingan berhasil dilalui dengan kemenangan. ’’Kami sama sekali tidak gentar (melawan Barca, Red). Meski kami sadar, ketika mereka tampil di Camp Nou, akurasi operan mereka bisa mencapai 82 hingga 85 persen,’’ ujar Martinez.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads