alexametrics
Kualifikasi Euro 2020

Kalah Saing dengan Jerman dan Belanda, Irlandia Utara Lewat Playoff

18 November 2019, 19:00:27 WIB

JawaPos.com – Tiga tahun lalu Irlandia Utara melakoni debut di ajang European Championship (Euro) sambil membusungkan dada. Norn Iron lolos ke Euro 2016 setelah finis sebagai juara grup di kualifikasi. Banyak yang mencibir capaian itu karena pesaing Irlandia Utara hanya tim-tim kelas dua lainnya seperti Rumania, Hungaria, Yunani, dan Finlandia.

Ketika di kualifikasi Euro 2020 ditempatkan satu grup dengan dua raksasa, Belanda dan Jerman, wajah asli Irlandia Utara terlihat. Tim asuhan Michael O’Neill itu gagal membuat kejutan dan harus merelakan dua tiket lolos dari grup C menjadi milik Belanda dan Jerman.

Norn Iron sejatinya memiliki kesempatan memperpanjang persaingan hingga matchday pemungkas seandainya tidak bermain 0-0 melawan Belanda di Windsor Park, Belfast, kemarin (17/11). Peluang terbaik datang pada menit ke-32. Irlandia Utara mendapat hadiah penalti setelah Joel Veltman yang bermain sebagai bek kanan Belanda handsball di kotak 16.

Sayang, eksekusi penalti gelandang-kapten Irlandia Utara Steven Davis melambung di atas mistar gawang Belanda yang dijaga Jasper Cillessen. Jika eksekusi tersebut sukses dan skor 1-0 bertahan hingga bubaran, poin Irlandia Utara akan sama dengan Belanda dengan 15 poin. Meski harus melakoni laga pemungkas di kandang Jerman (20/11), setidaknya Davis dkk berada dalam mood yang bagus dan motivasi tinggi.

Kepada BBC Sport, O’Neill mengkritik protes berlebihan pemain Belanda sebagai faktor utama penyebab kegagalan eksekusi Davis. Sesaat setelah wasit asal Polandia Szymon Marciniak menunjuk titik putih, kapten Oranje Virgil van Dijk memang melancarkan protes. Itu belum termasuk Cillessen yang berjalan melewati garis gawang saat wasit tengah mengatur penalti. ”Hal itu (protes Van Dijk dan aksi Cillessen, Red) memengaruhinya (konsentrasi Davis, Red). Wasit seharusnya bisa menangani situasi itu dengan lebih baik,’’ ucap pelatih yang merangkap sebagai tactician Stoke City tersebut.

Pernyataan pelatih 50 tahun itu tepat. Sebagaimana diulas ESPN, kegagalan Davis kemarin hanya kegagalan kedua dari enam kesempatan yang dimiliki gelandang Rangers tersebut. Kegagalan pertama pun sudah lama. Yakni, saat melawan Unirea Urziceni di fase grup Liga Champions musim 2009–2010 alias 10 tahun lalu! Artinya, sebelum kegagalan kemarin, empat kali sepakan 12 pas pemain 34 tahun itu selalu sukses.

Selain Irlandia Utara, sudah ada 11 tim lainnya yang mengisi playoff. Itu artinya kurang tiga slot lagi yang dihuni tim yang gagal lolos dari grup D (salah satu di antara Denmark, Swiss, atau Irlandia) dan dua lainnya dari grup E. Yakni, antara Hungaria, Wales, atau Slovakia.

Playoff terdiri atas empat jalur (A sampai D). Setiap jalur mencari satu pemenang dengan format semifinal-final. Semifinal mempertemukan tim dengan ranking terbaik pertama melawan ranking keempat. Slot satunya antara ranking kedua versus ranking ketiga.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/dns


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads