alexametrics
Kualifikasi Euro 2020

Eriksen dan Bale Terancam Hanya Jadi Penonton pada Euro 2020

18 November 2019, 18:00:13 WIB

JawaPos.com – Dari 20 jatah tiket lolos Euro 2020 via kualifikasi grup, sudah 17 tim yang mendapatkannya. Tadi malam (17/11) Portugal memastikan lolos sebagai runner-up grup B atau menemani Ukraina yang lebih dulu melenggang. Kemenangan atas Luksemburg di Stade Josy Barthel membuat sang juara bertahan unggul atas Serbia di klasemen akhir.

Dari sepuluh grup kualifikasi, slot kelolosan praktis tinggal tersisa di grup D (dua tiket) dan grup E (satu tiket). Tiga tiket yang tersisa itulah yang masih diperebutkan enam negara. Di grup D, ada Denmark, Swiss, dan Irlandia. Di grup E, Hungaria, Wales, dan Slovakia saling sikut demi mendampingi Kroasia yang lolos kemarin.

Di grup D yang memasuki matchday kesepuluh (pemungkas) dini hari nanti (19/11), Irlandia dan Denmark harus beradu di Stadion Aviva (siaran langsung Mola Matrix/ Mola Polytron Smart TV/Mola Polytron Streaming pukul 02.45 WIB). Pada jam yang bersamaan, Swiss melakoni laga tandang ke markas Gibraltar di Stadion Victoria.

Pelatih Irlandia Mick McCarthy dalam pre-match press conference kemarin menyatakan bahwa kemenangan atas Denmark adalah harga mati. Sebab, hanya itu satu-satunya cara bagi Robbie Brady dkk untuk berlaga di Euro 2020. Irlandia sampai saat ini tercecer di posisi ketiga dengan 12 poin atau berjarak tiga poin dengan Denmark (15 poin) serta dua poin di belakang Swiss (14 poin).

”Denmark tidak menaruh respek kepada kami. Jadi, kami bakal membalasnya di lapangan,’’ kata McCarthy sebagaimana diberitakan Irish Time.

Jelang laga, kuping McCarthy dan seluruh pemainnya dibuat memerah oleh lontaran psywar Denmark. Pelatih Denmark Age Hareide, misalnya. Dia mengaku sebal bertemu Irlandia karena selama dua tahun terakhir mereka lima kali bertemu (belum termasuk dini hari nanti). Dalam lima pertemuan terakhir, Denmark tidak terkalahkan (menang sekali dan seri empat kali).

Belum lagi sindiran kiper legendaris Denmark sekaligus Manchester United Peter Schmeichel yang menuding permainan Irlandia sangat buruk. Bahkan, Schmeichel melabelinya membosankan.

Psywar Schmeichel mengacu produktivitas Irlandia yang buruk atau hanya mencetak 6 gol dari 7 laga. Bandingkan dengan Denmark yang membuat 22 gol maupun Swiss dengan 13 gol. Bahkan, negara sekelas Georgia yang duduk di posisi keempat sudah menghasilkan 7 gol dalam 8 laga.

Memori second leg playoff Piala Dunia 2018 juga membuat Irlandia berada dalam tekanan. Kala itu, setelah bermain tanpa gol di kandang Denmark, Irlandia takluk 1-5 di depan publik sendiri. Yang bikin hati fans The Green Army makin ambyar, keunggulan ketika laga berjalan enam menit bisa dibalas dengan kebobolan lima gol. Tiga gol di antaranya dilesakkan bintang Denmark Christian Eriksen.

Di sisi lain, persaingan runner-up grup E antara Hungaria, Wales, dan Slovakia baru ditentukan Rabu dini hari (20/11). Wales sebagai semifinalis Euro 2016 menjamu Hungaria di Stadion Cardiff City. Sementara itu, Slovakia menerima juru kunci Azerbaijan di Stadion Anton Malatinsky.

Pelatih Wales Ryan Giggs ketika diwawancara Sky Sports sangat berharap bisa memiliki superstar timnya, Gareth Bale, saat menghadapi Hungaria. Bale mengalami cedera betis dan ditarik ke luar lapangan pada menit ke-60 ketika Wales menang 2-0 atas Azerbaijan di Bakcell Arena kemarin. Tak mau mengambil risiko cedera Bale tambah parah, Giggs memasukkan Aaron Ramsey. ”Kami menghadapi laga tersulit dalam ajang kualifikasi ini dan kami harus mengambil poin maksimal pada laga lawan Hungaria. Kami akan terus pantau perkembangan Gareth (Bale),’’ beber Giggs.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads