alexametrics
Liga Inggris

Harga Leeds dan Newcastle Kemahalan, Investor Baru Batal Datang

18 Oktober 2019, 17:30:46 WIB

JawaPos.com – Pemilik Leeds United Andrea Radrizzani punya mimpi besar. Leeds yang saat ini berkiprah di Championship bisa bersaing dengan juara Premier League dua musim berturut-turut, Manchester City.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, pebisnis asal Italia itu membuka tawaran investasi dari berbagai pihak. Pada Senin lalu (14/10), dalam wawancara dengan The Times, Radrizzani sedang mempertimbangkan tawaran investasi dari tiga pihak. Tiga nama investor tersebut merupakan hasil filter Radrizzani dari jumlah semula 20 investor. Yang pertama datang dari Qatar Sports Investment (QSI) yang juga pemilik klub juara Ligue 1 Paris Saint-Germain. Kebetulan, Chairman QSI Nasser Al-Khelaifi adalah rekan Radrizzani. Yang kedua adalah owner perusahaan di Amerika Serikat yang juga fans Leeds. Ketiga adalah seorang pemilik klub di Italia.

Hanya berjarak tiga hari, Radrizzani tiba-tiba mengoreksi ucapannya. Sebagaimana diberitakan Daily Mail kemarin (17/10), pebisnis 45 tahun itu menyatakan tidak sedang bergerilya mencari investor tambahan. ’’Klub ini menarik minat banyak investor karena mereka melihat yang terjadi di klub ini dalam 2–3 tahun belakangan,” tuturnya.

Dalam perayaan seabad Leeds yang jatuh kemarin, Radrizzani juga mengungkapkan, sejak kedatangan dirinya, The Whites mengalami perbaikan di banyak bidang. Pemain, pelatih, deretan sponsor, sampai pengelolaan klub jadi lebih baik. ”Pemasukan kami mendekati GBP 50 juta (Rp 897,95 miliar) tahun ini,’’ ucapnya.

Meski sudah meralat pernyataan sedang membutuhkan investor, Express dalam analisisnya menyebut Radrizzani sejatinya jual mahal. ”Apalagi, di Leeds ada pelatih yang merupakan ’guru’ pelatih City (Pep Guardiola), yakni Marcelo Bielsa. Itu membuat Leeds sangat menarik dan Radrizzani tidak mau melepasnya dengan harga murah,” tulis Express.

Leeds bukan satu-satunya klub yang dikaitkan dengan investor baru. Klub Premier League Newcastle United juga akan dibeli eks Chief Executive Chelsea Peter Kenyon. Tapi, menurut Sport Bible, pemilik Newcastle Mike Ashley belum melepasnya karena tawaran yang belum cocok. Ketertarikan Kenyon pun terendus sejak setahun lalu.

Di kancah Serie A, Sampdoria juga gagal memiliki pemilik baru. Konsorsium bisnis yang dibawa eks pemain Sampdoria Gianluca Vialli urung membeli Il Samp karena harga yang diminta Presiden Sampdoria Massimo Ferrero kelewat mahal. Konsorsium Calcioinvest milik Vialli mundur teratur dengan harga EUR 100 juta (Rp 1,57 triliun) yang diminta Ferrero.

Sebagaimana dilansir La Repubblica, Vialli memilih tidak ngotot bernegosiasi lagi dengan Ferrero setelah mendapat tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Yakni, tawaran mendampingi mantan rekannya yang kini menjadi pelatih timnas Italia Roberto Mancini sebagai manajer Gli Azzurri.

Setelah Gli Azzurri memastikan lolos ke putaran final Euro 2020, Presiden FIGC Gabriele Gravina pun sudah meminta Vialli untuk secepatnya mengurus semua kebutuhan Italia selama turnamen tahun depan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads