alexametrics
Liga Champions

Koulibaly: Aku yang Sering Dipanggil Kapten di Senegal, Bukan Mane

17 September 2019, 11:30:44 WIB

JawaPos.com – Kalidou Koulibaly dan Sadio Mane kembali berhadapan di Liga Champions musim ini. Musim lalu dua pemain andalan timnas Senegal tersebut saling mengalahkan. Koulibaly membawa Napoli menang clean sheet (1-0) di San Paolo, lalu dibalas Mane dengan skor serupa di Anfield.

Hanya, pada akhir musim, Mane berjaya dengan mengangkat Si Kuping Lebar. Supermane, julukan Mane, juga sudah memenangi Piala Super Eropa awal musim ini. Koulibaly? Bek berusia 28 tahun tersebut hanya pernah sekali menjuarai Supercoppa Italiana bersama Napoli. Itu pun lima tahun lalu.

Namun, kepada Corriere dello Sport, Koulibaly menyebut dirinya tidak kalah dengan Mane. Koulibaly mencontohkan namanya yang lebih ’’dihargai’’ di Senegal. Dua tahun terakhir, bek yang sering disebut mirip mantan bek timnas Prancis Marcel Desaily itu selalu terpilih sebagai pemain terbaik Senegal.

Koulibaly juga mengklaim dirinya adalah sedikit pemain yang diidolakan striker legendaris Napoli dan timnas Argentina, Diego Maradona. ’’Dia (Maradona) memiliki jersey-ku. Itu berarti aku masih dalam trek sebagai pemain yang hebat,’’ klaimnya dengan nada serius.

’’Di timnas (Senegal), aku kapten yang sesungguhnya. Aku yang sering dipanggil kapten, bukan Mane,’’ ucap Koulibaly. Tapi, kali ini dengan nada bercanda. Sebab, di timnas Singa Teranga, julukan Senegal, Mane-lah pemilik ban kapten yang sebenarnya.

Meski terlihat bersaing, Koulibaly dan Mane sering saling support. Musim lalu, ketika Koulibaly menjadi sasaran rasialis, Mane sigap memberikan dukungan. ’’Kami bangga dengan ras kami dan kami akan terus mempertahankannya. Ini tidak seharusnya terjadi kepadamu (Koulibaly),’’ ungkap Mane dalam unggahan di Instagram musim lalu.

Editor : Mohammad Ilham

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads