alexametrics
La Liga Spanyol

Celta Vigo vs Real Madrid: Zidane Sering Kesulitan di Balaidos

17 Agustus 2019, 18:45:29 WIB

JawaPos.com – Zinedine Zidane tak lagi memikirkan juara Liga Champions. Tiga koleksi Si Kuping Lebar –sebutan trofi Liga Champions– sudah cukup baginya. Musim ini yang ada di dalam bayangannya adalah mengantarkan Real Madrid memenangi La Liga.

Seperti yang pernah Zizou –sapaan akrab Zidane– dapatkan musim 2016–2017. ’’Kami ingin mengawalinya sekarang. Kami cuma memikirkan musim baru di La Liga yang menyenangkan,’’ ucap Zidane dalam sesi konferensi pers di Valdebebas, sebutan kamp latihan Real Madrid, tadi malam WIB.

Sergio Ramos dkk bakal mengawali misi itu dengan menantang Celta Vigo di Estadio Balaidos, Vigo, malam nanti WIB (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 22.00 WIB). Ya, Zidane tahu, Balaidos tak selamanya memudahkan Real mendulang kemenangan.

Pada eranya, hanya sekali Los Merengues –julukan Real– berpesta di Balaidos. Yaitu, pada jornada 21 2016–2017. Dua lawatan lainnya malah tertahan. ’’Yang saya tahu, La Liga selalu dinamis. Saya pikir itu (kemenangan) tak akan mustahil,’’ tambah Zidane yang musim lalu hanya sanggup membawa Real finis di posisi ketiga La Liga itu seperti dikutip AS.

Bukan hanya handicap Balaidos, bekal Real menatap La Liga juga tak sebagus rival beratnya, Barcelona. Real hanya memenangi dua di antara tujuh laga pramusim di 2019–2020 ini. Zidane tak khawatir. ’’Pramusim sudah usai dan kami bekerja bagus sekalipun hasil akhir tak seperti itu,’’ klaim entrenador berusia 47 tahun tersebut.

Begitu pula dengan cibiran media-media Spanyol yang menganggap tak ada hal baru pada musim ini bagi Real. Kecuali hadirnya Eden Hazard yang jadi pembelian termahal. Bursa-bursa taruhan bahkan masih menempatkan La Blaugrana, julukan Barca, sebagai kandidat terkuat pemenang musim ini.

’’Kami akan selalu seperti Real, yang selalu ingin bermain bagus walau punya konsekuensi tak menjamin kemenangan,’’ tambahnya. Itulah yang jadi pertaruhannya untuk melanjutkan tren bagus Real setiap kali menjalani jornada pembuka La Liga di satu dekade terakhir.

Seperti diketahui, wajah baru di Real musim ini adalah bermain dengan skema tiga bek. Zidane sudah menjajalnya selama pramusim. Meski, hasilnya, Real memang kedodoran dalam skema transisi menyerang ke bertahan. Ingat, seumur-umur, dalam laga kompetitif, Zidane hanya sekali menerapkan formasi 3-5-2 di awal laga.

Itu pun hasilnya juga keok. Tepatnya saat ditumbangkan Sevilla 1-2 di Ramon Sanchez Pizjuan, kandang Sevilla, dalam jornada 18 La Liga 2016–2017. ’’Namun, saya selalu optimistis,’’ tegas Zidane. Senada dengan Zidane, wingback kiri Marcelo juga menyebut laga pertama itu sebagai momentum mengubah peruntungan setelah pada musim lalu Real hancur-hancuran.

Begitu pula dengan dia yang ingin kembali mencari panggung. Sejak ditinggal Cristiano Ronaldo musim lalu, Marcelo sudah kerap dikaitkan dengan pintu keluar dari Valdebebas. Apalagi, di tangan tiga tactician, Julen Lopetegui, Santiago Solari, dan Zidane, dia susah menembus starting line-up.

’’Saya berupaya sendiri untuk lebih baik sehingga bisa mengakhiri semua ini,’’ harap pemain berambut kribo itu kepada Marca. Menurut dia, kans menang di La Liga musim ini akan lebih berat ketimbang musim lalu. Bukan hanya Barca, rival-rival lain seperti Atletico Madrid juga lebih meyakinkan. ’’Kami pun harus berupaya lebih keras lagi,’’ sambungnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/tom



Close Ads