Strategi Lloris Menggaet Dukungan Tuan Rumah

16 November 2022, 15:44:59 WIB

JawaPos.com – Salah satu kontroversi yang mengiringi Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah tidak ada panggung untuk LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Qatar tegas melarang segala hal yang berbau LGBT, bahkan meski sekadar meramaikan atmosfer Piala Dunia.

Bagi pesepak bola Eropa, hal itu termasuk tidak biasa. Sebab, mayoritas di antara mereka memang melegalkan aktivitas LGBT.

Premier League menjadi salah satu yang paling ”bersuara”. Salah satunya, penggunaan ban kapten pelangi yang merupakan simbol LGBT.

Sebagai kapten Tottenham Hotspur, kiper Prancis Hugo Lloris wajib mengenakan ban kapten tersebut. Seperti yang dipakainya ketika Spurs melawan Newcastle United di Premier League (24/10).

Tetapi, untuk Piala Dunia 2022, Lloris menghormati kebijakan Qatar. Dia tidak akan mengenakan ban kapten kontroversial tersebut selama Piala Dunia.

”Ketika menyambut para pendatang di Prancis, kami kerap menginginkan agar mereka mengikuti aturan yang berlaku di negara kami untuk menghormati budaya kami.”

”Aku akan melakukan hal yang sama selama di Qatar. Simpel,’’ papar Lloris di hadapan awak media kemarin (15/11) WIB seperti dilansir Daily Mail.

Sikap yang diambil kiper berusia 36 tahun tersebut bukannya tanpa dasar. Sebab, pekan lalu Presiden FFF (Federasi Sepak Bola Prancis) Noel Le Graet lebih dulu mengungkapkannya.

Keputusan tersebut didukung FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengirim surat kepada federasi dari 32 negara peserta Piala Dunia yang berisi permohonan agar fokus pada pertandingan daripada faktor nonteknis selama di Qatar.

Terlepas sikap hormat kepada Qatar, pernyataan Lloris dianggap sebagai bagian dari upaya Prancis bisa mendapatkan atensi maupun dukungan dari penonton Qatar.

”Pernyataan Lloris telah memenangkan hati warga Qatar dan bisa berbalik dukungan kepada timnas Prancis,” tulis Doha News.

 

Editor : Candra Kurnia

Reporter : io/c7/dns

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads