alexametrics
Kualifikasi Piala Dunia 2022

Rasis dan Hormat ala Nazi, Empat Suporter Bulgaria Ditangkap

16 Oktober 2019, 20:00:52 WIB

JawaPos.com – Penghinaan rasis dan hormat ala Nazi yang dilakukan penonton Bulgaria ketika menjamu Inggris berbuntut panjang. Bukan hanya presiden federasi sepak bola Bulgaria Borislav Mikhailov yang diminta mundur oleh Presiden Bulgaria Boyko Borissov, melainkan juga pelaku kena hukuman.

Ya, empat suporter Bulgaria ditangkap. Polisi berhasil melacak penonton yang membuat salam ala Nazi. Hukuman berat juga menanti Bulgaria dari UEFA.

Dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020 di Vassil Levski Stadium itu, wasit Ivan Bebek asal Kroasia dua kali menghentikan pertandingan yang dimenangi Inggris 6-0 tersebut karena pendukung tuan rumah melecehkan dua pemain The Three Lions. Masing-masing wide attacker Raheem Sterling dan bek tengah Tyrone Mings.

Yang pertama terjadi pada menit ke-27 ketika Inggris unggul 2-0. Kapten Inggris Harry Kane memimpin protes kepada Bebek karena cemoohan yang diarahkan terhadap Mings yang kemarin menjalani laga debut. Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan meminta panitia pertandingan memperingatkan suporter Bulgaria agar menghentikan aksi mereka melalui pengeras suara stadion.

Tiga menit berselang, laga kembali dilanjutkan. Tapi, aksi serupa terjadi lagi, tepatnya pada menit ke-42. Bebek kembali menghentikan laga setelah tactician Inggris Gareth Southgate melayangkan komplain kepada ofisial pertandingan.

Kapten Bulgaria Ivelin Popov sampai turun tangan dengan berbicara kepada suporter. Sebagian di antara mereka lantas dikeluarkan dari stadion. Aksi itu cukup ampuh dan membuat serangan rasis tidak terjadi pada 45 menit kedua.

Kelakuan negatif fans dalam matchday kedelapan grup A kualifikasi Euro 2020 itu pun membuat Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov murka. Melalui Menteri Olahraga Krasen Klarev, dia memerintah BFS (PSSI-nya Bulgaria) dirombak. Diawali desakan mundur untuk Presiden BFS Borislav Mikhailov. ’’Keputusan bagus Borissov,’’ cuit Sterling merespons langkah tegas perdana menteri Bulgaria.

Kontroversi tidak hanya terjadi dalam laga Bulgaria versus Inggris. Pada laga grup H antara Prancis versus Turki di Stade de France, Ay-Yildizlilar –julukan Turki– mendapat sorotan tajam karena kembali mempraktikkan salam hormat ala militer sesaat setelah gelandang Kaan Ayhan menyamakan kedudukan lima menit setelah gol striker Les Bleus Olivier Giroud (76’).

Aksi itu ditengarai punya kepentingan politik terhadap konflik yang saat ini terjadi di Syria Utara. Hakan Calhanoglu dkk pun terancam sanksi dari UEFA yang jelas-jelas melarang segala sesuatu yang bermuatan politik hadir di stadion. Apalagi, aksi itu adalah yang kedua setelah Turki melakukannya ketika menang 1-0 atas Albania akhir pekan lalu (12/10).

Belum dipastikan sanksi apa yang bisa menjerat Turki. Tapi, seiring dengan keberhasilan menahan seri Prancis, skuad besutan Senol Gunes hanya perlu hasil seri ketika bersua Islandia bulan depan (14/11) untuk lolos ke putaran final Euro 2020.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/dns


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads