alexametrics
Serie A Italia

Kirim Psywar ke Sarri, Conte Panaskan Rivalitas Inter versus Juventus

16 September 2019, 18:00:19 WIB

JawaPos.com – Antonio Conte tak perlu menunggu sampai giornata ketujuh Serie A agar bisa memanaskan rivalitasnya dengan Maurizio Sarri. Ya, pada giornata ketujuh, Inter Milan harus menjamu Juventus yang ditangani Sarri. Namun, dari giornata ketiga kemarin, Conte sudah bisa ’’menyerang’’ Sarri.

Tepatnya setelah Nerazzurri –julukan Inter– melanjutkan tren 100 persen menang di Serie A. Inter berhasil menekuk Udinese 1-0 kemarin WIB (15/9). Stefano Sensi menjadi satu-satunya pencetak gol Inter pada menit ke-44. Gol tersebut tercipta setelah Udinese bermain sepuluh pemain sejak menit ke-35. Itu menyusul kartu merah yang diterima Rodrigo de Paul.

Conte cukup menengok papan klasemen sementara Serie A sebelum menebarkan psywar bagi Mister 33 –julukan Sarri. Sebab, dia kini sudah di atas Sarri dan Juve. Sekaligus memutus dominasi Juve yang selalu menggenggam capolista (puncak klasemen) sejak 560 hari lalu atau dalam 51 giornata sejak 3 Maret 2018.

’’Aku tak mau berkata apa pun (soal rivalitasnya melawan Sarri dan Juve). Pertama-tama, bandingkan dulu neraca dan pemasukan keuangan,’’ kata Conte sebagaimana dikutip DAZN. Conte membandingkan saat Sarri masih di Napoli yang secara finansial masih di bawah Inter. ’’Seseorang (Sarri) harus tenang karena saat ini dia berada di pihak yang kuat,’’ sebut The Godfather –julukan Conte.

Kini Sarri bersama La Vecchia Signora –julukan Juve– yang merupakan klub terkaya di Serie A. Hanya, dia mengingatkan pemainnya bahwa dua poin di atas Juve bukan garansi scudetto berembus ke Milan. Sebab, banyak kasus tim yang berkuasa pada giornata awal, lalu nyungsep dalam pekan-pekan terakhir.

Napoli, misalnya. Dalam satu dekade terakhir, klub berjuluk Il Partenopei itu pernah menduduki capolista pada giornata ketiga. Itu terjadi pada musim 2011–2012. Nyatanya, pada akhir musim, Napoli terlempar ke posisi kelima.

Conte menganggap itu bukan tak mungkin bisa dialami Samir Handanovic dkk. ’’Hari ini kami berbicara Inter sebagai rival utama Juve. Saya tahu permainannya, dan itu apa adanya. Biarkan orang lain yang membahasnya (Inter scudetto musim ini). Kita harus tutup mulut, tetap bekerja,’’ papar mantan pelatih Chelsea itu.

Ucapan Conte itu meluncur setelah Sarri banyak alasan begitu skuadnya ditahan 0-0 saat menantang Fiorentina di Artemio Franchi, Firenze, Sabtu malam WIB (14/9). Sarri menilai, apa yang didapat timnya karena terganggu cedera beberapa pemainnya. ’’Terlebih, kami siang-siang harus bermain di Firenze. Itu sangat sulit,’’ kelit Sarri yang baru pekan ini duduk di bench Juve.

Itu berbeda dengan Conte yang tak puas atas permainan timnya. Dia meminta pemain Inter menganggap 35 giornata ke depan sebagai final. ’’Kami juga harus bertarung demi meraih poin maksimal dalam setiap pekan. Seperti malam ini (kemarin, Red). Seharusnya kami dapat menuntaskan laga sejak awal tanpa perlu menunggu melawan sepuluh pemain,’’ keluh Conte.

Bek Inter Stefan de Vrij kepada Inter TV mengatakan bahwa lawan-lawan Inter berikutnya bisa seperti Udinese. ’’Kami harus siap menjadi sasaran tembak. Karena itu, kami paham, jalan kami saat ini masih panjang,’’ tutur De Vrij. ’’Dan kami harus semakin menyatu,’’ tambah Sensi dilansir Football Italia.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads