alexametrics

Kalau Kalah Sekali Lagi, Thomas Tuchel Bisa Langsung Ditendang

15 September 2020, 13:20:45 WIB

JawaPos.com-Sepanjang Nasser Al-Khelaifi menjadi pemilik Paris Saint-Germain (PSG), tidak ada satu pun pelatih yang dipecat di tengah jalan. Carlo Ancelotti, Laurent Blanc, dan Unai Emery selalu angkat koper dari Camp des Loges –markas latihan PSG– pada pengujung musim.

Namun, setelah kekalahan beruntun dalam dua journee awal Ligue 1 musim ini, perlakuan berbeda bisa diterima entraineur PSG Thomas Tuchel. Media-media Prancis mengklaim Tuchel terancam ditendang secepatnya dalam pekan ini.

Atau kurang dari sebulan setelah dia dipuja-puji Al-Khelaifi begitu sukses mengantar Les Parisiens menembus final Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah klub pada musim lalu. ”Sebelum nasi menjadi bubur, sebelum terlambat, PSG layak menendang Tuchel,’’ tulis Sport.

Laga melawan FC Metz di Parc des Princes pada Kamis dini hari nanti (17/9) menjadi pertaruhan Tuchel. Kembali kalah, pelatih berkebangsaan Jerman itu bakal sulit menjalani musim ketiganya bersama Marquinhos dkk sampai tuntas.

Ketika dimintai konfirmasi, Direktur Olahraga PSG Leonardo menolak memberikan jawaban. ”Aku tidak mau membicarakannya setelah pertandingan seperti ini (PSG kalah oleh Olympique Marseille kemarin, Red),” ujarnya kepada VIPSG. ”Keputusan itu biasanya kami ambil jika kami tersingkir dari Liga Champions. Bukan saat awal-awal liga domestik,” lanjut mantan pelatih Inter Milan dan AC Milan tersebut.

Kalah di dua laga awal Ligue 1 memang terlalu dini untuk menghukum Tuchel. Namun, dua rekor buruk dicatat PSG gara-gara hasil tersebut. PSG musim ini adalah yang terburuk sejak 1984. Scoreless Les Parisiens juga yang terburuk sejak 1978–1979.

Luis Fernandez, tactician yang pernah mempersembahkan gelar Piala Winners 1996 dan Piala Intertoto 2001 untuk PSG, memiliki penilaian atas start buruk mantan klub asuhannya. Yaitu, faktor ketidakberuntungan. Dari skuad yang tidak komplet karena sejumlah pilar terkena Covid-19 pada journee pertama, lalu disambut laga sulit bertajuk Le Classique di journee kedua. ”Laga melawan OM (Olympique Marseille) lazimnya dimainkan pada journee ke-15,” kata Fernandez kepada Le Parisien.

Kekalahan 0-1 oleh RC Lens di journee pertama, misalnya. Pemain langganan starting XI PSG yang absen berjumlah tujuh. Di antaranya, trisula striker Neymar Jr, Kylian Mbappe, dan Mauro Icardi. Lalu, winger Angel Di Maria, gelandang Leandro Paredes, bek tengah Marquinhos, dan kiper Keylor Navas. Hanya Neymar dan Di Maria yang come back kemarin. Icardi dan Marquinhos diprediksi bisa turun melawan FC Metz.

Terkait dengan belum adanya gol yang diciptakan PSG, Tuchel mengakui bahwa alasannya adalah minimnya kedalaman di lini serang. Edinson Cavani pergi sebelum PSG berlaga sejak perempat final Liga Champions musim lalu.

Eric Maxim Choupo-Moting belum didaftarkan karena kontrak yang belum jelas. ”Skuad kami sangat minim, khususnya di lini serang,” ujar Tuchel kepada Telefoot.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c14/dns



Close Ads