alexametrics
EURO 2020

Berat, tapi Faktor Muenchen Bisa Membantu

Oleh INDY MUMU*
15 Juni 2021, 14:06:29 WIB

SEJUJURNYA ini bukan skuad Jerman yang paling saya tunggu. Sebab, bagi saya, masa Joachim Loew sebagai pelatih sudah ”overdue”.

Ini sudah terlihat dari riwayat Die Mannschaft –sebutan timnas Jerman– selama tiga tahun terakhir, tepatnya sejak Piala Dunia 2018 ketika mereka tersisih di fase grup. Saya sudah tidak sabar melihat skuad Der Panzer di bawah asuhan Hansi Flick, yang baru bisa kita saksikan di Piala Dunia 2022.

Namun, saya setuju dengan keputusan Loew memanggil kembali Thomas Mueller, sang spesialis turnamen yang juga merupakan pengoleksi assist terbanyak di Bundesliga 2020–2021. Juga Mats Hummels yang masih merupakan jagoan saya untuk bek tengah.

Saya juga sedikit kecewa Marco Reus lagi-lagi absen dari turnamen akbar. Tapi, jika ternyata benar ia mundur karena dirinya sendiri yang tidak yakin akan kebugaran fisiknya untuk melakoni berbagai kompetisi, berarti absennya Reus sudah merupakan keputusan tepat. Tidak ada ruang bagi pemain yang punya keragu-raguan.

Absennya Reus juga memberikan ruang bagi Jamal Musiala yang sudah membukukan beberapa gol untuk Bayern di Bundesliga. Saya sangat menantikan penampilannya di turnamen besar pertamanya. Semoga sama seperti di Bayern, dia juga akan berkontribusi banyak bagi Jerman. Tentunya seperti banyak orang lain, saya juga menantikan debut Kai Havertz di turnamen besar.

Selain menunggu kejutan dari para debutan, saya pribadi sudah rindu menyaksikan aksi pemain-pemain langganan timnas yang memang cenderung konsisten seperti Toni Kroos, Joshua Kimmich, Ilkay Guendogan, dan Serge Gnabry. Mungkin penampilan mereka di Euro kali ini juga akan menjadi salah satu pertimbangan utama Hansi Flick dalam memilih siapa der kapitan selanjutnya mengingat Manuel Neuer sudah menginjak usia 35 tahun.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c19/ttg

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads