alexametrics

Dengan Pertahanan Sebagus Liverpool Saja, Leeds Bisa Cetak Banyak Gol

14 September 2020, 15:02:36 WIB

JawaPos.com – Juara bertahan Liverpool FC memang mengawali Premier League 2020–2021 dengan kemenangan atas Leeds United kemarin (13/9). Namun, LFC membutuhkan gol penalti Mohamed Salah dua menit sebelum waktu normal habis untuk menang 4-3.

Laga di Anfield tersebut membuat The Whites –julukan Leeds– jadi klub kedua yang bisa tiga kali menjebol gawang LFC di Anfield tahun ini setelah Chelsea pada musim lalu.

Yang menjadi perhatian, Luke Ayling dkk memainkan skema serangan balik luar biasa. Mengingatkan counter attack Leicester City kala memenangi Premier League 2015–2016. Lihat saja ketiga gol The Whites ke gawang Alisson Becker. Semua build up serangan hanya membutuhkan 2–3 pemain.

Prosesnya selalu dimulai dari bola-bola panjang. ”Leeds United bisa menyulitkan klub lain dengan cara bermain seperti itu,’’ kata bek LFC Virgil van Dijk yang dalam laga kemarin melakukan blunder kepada BBC Sport.

Tiga gol dari enam kali tembakan menjadi bukti efektivitas serangan skuad asuhan Marcelo Bielsa. Juara Championship musim lalu itu juga mencatatkan diri dalam histori Premier League sebagai klub dengan tekel terbanyak di Anfield selama era pelatih LFC Juergen Klopp.

Total, Ayling dkk melakukan 33 kali tekel. Lebih banyak dari statistik Newcastle United pada musim pertama Klopp (2015– 2016) dengan 31 kali. Ciri khas itu pula yang ada dalam The Foxes, julukan Leicester City, 2015–2016.

’’Liverpool adalah klub yang selalu membuat lawan berada dalam tekanan. Kali ini, mereka malah yang berada dalam tekanan Leeds,’’ sebut pandit Sky Sports Graeme Souness.

Mantan bek LFC yang juga pandit Sky Sports lainnya Jamie Carragher menyebut bahwa klub besar calon lawan The Whites harus menyiapkan pertahanan solid musim ini.

’’Dengan pertahanan sebagus Liverpool saja mereka bisa mencetak banyak gol. Bahkan, saya sempat meyakini skor akhir bisa 7-7,’’ beber Carra, sapaan akrab Carragher.

Berbicara di laman resmi klub, Bielsa menilai kemampuan individu pemain-pemain LFC yang jadi pembeda hasil akhir pertandingan. ’’Yang membuat kami senang, kami sudah mampu merusak permainan mereka (LFC, Red) sehingga mereka tidak mampu bermain bagus seperti biasanya,’’ jelas pelatih berjuluk El Loco itu.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c13/dns



Close Ads