alexametrics

Preview Liverpool vs Chelsea; Klopp Ingin Tuntaskan Rasa Penasaran

14 Agustus 2019, 17:08:28 WIB

JawaPos.com– Liverpool sudah melewatkan satu kesempatan untuk mengangkat trofi pada awal musim ini. The Reds harus merelakan Community Shield menjadi milik Manchester City setelah menyerah dalam adu penalti 4-5 di Stadion Wembley (4/8).

Tapi, kesempatan merengkuh trofi kembali datang hanya 11 hari berselang dalam Piala Super Eropa 2019.

Berstatus juara Liga Champions 2018–2019, Liverpool berhadapan dengan kampiun Liga Europa Chelsea di Vodafone Park, Istanbul, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 02.00 WIB). Itu bakal menjadi penampilan keenam Liverpool di Piala Super Eropa setelah memenanginya tiga kali (1977, 2001, dan 2015) dan kalah dua kali (1978 dan 1984).

Sementara The Blues pernah juara pada 1998, tapi keok dalam dua penampilan terakhir secara beruntun (2012 dan 2013). Menariknya, dua kekalahan tersebut dialami dengan Frank Lampard menyandang status kapten Chelsea. Masing-masing 1-4 oleh Atletico Madrid (2012) dan adu penalti 4-5 kontra Bayern Muenchen (2013).

Kini, dengan status tactician Chelsea, apakah Lampard mampu menuntaskan rasa penasarannya semasa menjadi pemain? Jika berkaca pada pertandingan terakhir atau kala Chelsea dipermak 0-4 oleh Manchester United dalam matchweek pembuka Premier League 2019–2020 (12/8), pelatih berjuluk Super Frankie itu jelas tidak berada dalam situasi bagus.

Dalam wawancara di laman resmi UEFA, Lampard menceritakan, kegagalannya di dua edisi Piala Super Eropa telah memberikan pelajaran penting. ’’Pada 2012, kami merasa besar kepala karena status Chelsea sebagai juara Liga Champions,’’ jelasnya.

’’Lantas, di edisi berikutnya, kami sudah sangat dekat dengan juara. Tapi, Bayern menang dalam adu penalti,’’ sambung pemilik 13 gelar semasa 13 tahun menjadi pemain Chelsea tersebut.

Meski Liverpool dalam mood bagus dengan performa yang semakin solid, Lampard tetap optimistis dengan peluang Cesar Azpilicueta dkk. ’’Tidak banyaknya perubahan yang dilakukan skuad kedua tim memberikan konfidensi bagi kami,’’ ucap Lampard.

Jika Liverpool memang minim belanja pemain sepanjang musim panas, Chelsea sedang menjalani sanksi transfer.

Tactician Liverpool Juergen Klopp pun mengakui bahwa Chelsea tetap lawan yang bisa menyulitkan timnya. Kekalahan telak dari United disebutnya bukan patokan bahwa The Blues musim ini melemah. Klopp yakin Lampard akan mengevaluasi timnya dan mencari pelampiasan ketika melawan Liverpool.

’’Mereka sedang dalam fase transisi pelatih dan tidak beruntungnya juga kehilangan pemain penting (Eden Hazard, Red) ke Real Madrid,’’ ungkap Klopp seperti dilansir di laman resmi klub.

Setelah gagal di Community Shield, Klopp juga tidak mau mengulang hasil yang sama di Piala Super Eropa. Seperti Lampard, pelatih berkebangsaan Jerman itu punya unfinished business. ’’Piala Super Eropa awalnya bukan ajang yang ingin saya tonton karena tim-tim di sana sudah menyakiti saya,’’ tutur pria 52 tahun tersebut.

Yang dimaksud Klopp adalah Real Madrid yang mengalahkan Liverpool dalam final Liga Champions dua musim lalu (2017–2018). Juga Sevilla yang mengagalkan Klopp meraih gelar Liga Europa musim 2015–2016. Bayern Muenchen pun masuk daftar karena menaklukkan klub asuhan Klopp sebelum Liverpool, Borussia Dortmund, di final Liga Champions 2002–2003.

Bukan hanya itu. Untuk bisa berada di Piala Super Eropa, Klopp melewati proses panjang. Terhitung memulai karir kepelatihan bersama Mainz 05 pada 2001, Kloppo –sapaan akrab Klopp– membutuhkan waktu 18 tahun untuk berada di ajang tersebut. Bandingkan dengan Lampard yang sudah menjejakkan kakinya di tahun keduanya sebagai pelatih.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : dra/c5/dns



Close Ads