alexametrics

Paul Pogba Bersama Mino Raiola Melawan Dunia

Catatan: Mohammad Ilham, Wartawan Jawa Pos
14 Juli 2019, 12:00:41 WIB

JawaPos.com – Sir Alex Ferguson menyebutnya agen yang buruk dan benar-benar menyebalkan. Jose Mourinho sampai mengatakan, bekerjasama dengan agen yang satu itu layaknya membuat perjanjian dengan iblis. Siapa lagi kalau bukan Mino Raiola, super agen yang sangat piawai membuat orang geram.

Saat ini, Manchester United dan pendukungnya mesti gerah dengan kelakuan Raiola. Apalagi kalau bukan soal tidak betahnya Paul Pogba bersama Setan Merah. Pogba secara terbuka menyatakan ingin pindah dan Raiola membumbuinya menjadi hidangan paling pedas di atas meja petinggi United.

Kecuali para pemain yang diageninya, Raiola begitu dibenci banyak orang. Tapi, sama sekali pria 51 tahun itu bergeming. Tak gentar. Dia layaknya seorang pria yang selalu berani melawan dunia. Semua itu dilakukan demi pemain yang dia ageni. Itulah yang membuat dia sangat disayang sekaligus dibenci.

Ada beberapa bintang sepak bola dunia yang dia tangani. Mereka bukan pemain kacangan dan mudah diatur. Zlatan Ibrahimovic, Mario Balotelli, dan Paul Pogba adalah tiga di antaranya. Masih ada bintang muda seperti Gianluigi Donnarumma dan Matthijs de Ligt.

”Saya tidak melihat mereka sebagai klien sama sekali. Faktanya, saya berani katakan, keluarga,” kata Raiola kepada Simon Kuper dalam wawancara untuk Financial Times.

Relasi antara Ibrahimovic, Balotelli, dan Pogba dengan Raiola tidak pernah sekadar pemain dengan agen belaka. Ibrahimovic menghormati Raiola layaknya saudaranya sendiri. Dalam biografinya, I Am Zlatan, Raiola dipuji setinggi langit sebagai agen, teman, dan penasihat terbaik.

Sering sekali Raiola terlihat dalam momen-momen pribadi Ibrahimovic dan keluarga. Gestur mereka ketika berjalan bersama tidak tampak layaknya relasi bisnis antara agen dan pemain. Selalu mengingatkan saya akan relasi antara agen Jerry Maguire dengan bintang American football Rod Tidwell dalam film Jerry Maguire.

Ada sebuah momen, setelah game yang berat, Tidwell yang diperankan dengan fantastis oleh Cuba Gooding Jr., keluar dari ruang ganti dan sudah ditunggu para jurnalis yang akan mewawancarainya. Tidwell melihat ke kanan dan ke kiri. Maguire yang diperankan Tom Cruise tersembunyi di belakang ramainya jurnalis.

Saat itu, Tidwell sedang berada pada puncaknya. Sedang menjadi bintang utama setelah melewati serentetan kesulitan. Lalu Tidwell mulai berteriak,” Hai, Jerry.” Dia mencari sang agen. Maguire pun menampakkan wajahnya. Mereka saling mendekat lalu berpelukan sambil menangis. Seperti itulah relasi Raiola dengan para pemainnya.

Tunjuk satu pelatih yang mampu menaklukkan Mario Balotelli? Apakah Roberto Mancini? Tidak. Jose Mourinho? Bukan. Apalagi Sinisa Mihajlovic. Tapi, di hadapan Raiola, Balotelli begitu patuh dan bahagia. Silakan googling foto Balotelli dan Raiola, kalian akan paham maksud saya.

Tak beda dengan Maguire, Raiola tidak hanya peduli dengan kehidupan pemain di lapangan, melainkan juga luar lapangan. Tidak ada yang lebih penting bagi Raiola selain keinginan sang pemain. Saat pemain yang diageni Raiola tak bahagia di satu klub, maka sulit untuk menggagalkan kepindahannya.

Tantangan baru. Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Pogba terkait karirnya di United. Maklum, sejak gabung United pada 2016, trofi yang diraihnya hanya Piala Liga 2016-2017 dan Europa League 2016-2017. Bukan itu yang diimpikan seorang juara dunia layaknya Pogba.

Keluarga Glazer selaku owner United telah menyatakan sang pemain not for sale. Bukan hanya karena kualitasnya di lapangan, melainkan juga karena aspek komersil dari Pogba. Pendapatan United dari menjual jersey Pogba jauh melebihi nilai transfernya sebesar 105 juta euro atau setara Rp 1,65 triliun saat dibeli dari Juventus.

Petinggi United harusnya mulai menyadari. Sangat sulit bagi petinggi klub menahan kepergian pemain yang diageni Raiola. Sebab, para pemain tersebut umumnya sangat percaya bahwa langkah yang diambil sang agen benar-benar demi kebaikan mereka. Tak heran, beberapa media Inggris menyebut Pogba boneka dari Raiola.

Namun, bagi Pogba, sulit untuk tidak percaya kepada Raiola. Agen yang membuat Pavel Nedved menjalani karir dengan sangat baik. Selalu pindah ke klub yang tepat bagi karirnya, baik di Lazio maupun Juventus. Pun begitu dengan Zlatan Ibrahimovic yang selalu bermain untuk klub elite dengan lemari trofi yang sesak.

”Pelajaran yang saya dapat dari Pavel Nedved, saya transfer ke Zlatan,” kata Raiola. ”Dan, apa yang saya pelajari dari Zlatan, saya berikan ke Paul Pogba. Paul melihat Zlatan sebagaimana dia melihat dirinya. Seorang anak dari jalanan, bertubuh besar tapi punya teknik hebat. Dia mengenali dirinya akan sikap: menang, menang, menang,” lanjutnya.

Dengan situasi ini, sepertinya United harus bersiap merelakan Pogba. Apalagi, Real Madrid dan Juventus bisa memberikan penawaran prestasi yang lebih menjanjikan kepada Pogba. Lagipula, buat apa mempertahankan pemain yang sudah pindah ke lain hati. Kecuali, sang pemain berubah pikiran dan ingin bertahan. Kita lihat saja nanti.

Editor : Mohammad Ilham

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads