alexametrics
Premier League 2019-2020

Modal Negatif Chelsea Menyongsong Liverpool di Piala Super Eropa

13 Agustus 2019, 17:30:42 WIB

JawaPos.com – Rekor langsung ditorehkan Frank Lampard dalam laga kompetitif pertamanya bersama Chelsea. Kekalahan 0-4 oleh Manchester United di Old Trafford (11/8) menjadi kekalahan terbesar yang dialami Chelsea saat memulai kompetisi domestik.

Gara-gara kekalahan empat gol tanpa balas itu, Four Four Two memberikan prediksi yang berani tentang pencapaian Chelsea di akhir musim Premier League 2019–2020. Yakni, terlempar dari zona Liga Champions atau posisi empat besar. ’’Pelatih baru dengan jam terbang belum teruji, kehilangan pemain bintang (Eden Hazard, Red), serta larangan transfer menghadirkan situasi runyam bagi musim perdana Lampard di Chelsea,’’ tulis Four Four Two.

Sejak First Division berganti nama menjadi Premier League pada musim 1992–1993, Chelsea hanya dua kali kalah dalam laga perdana di kandang lawan. Masing-masing pada musim 1997–1998 dan berlanjut musim berikutnya (1998–1999). Lawan dan skornya sama. Takluk 1-2 di tangan Coventry City.

Namun, kalah di awal tidak lantas membuat nasib Chelsea di akhir musim merana. The Blues masih bisa finis empat besar pada 1997–1998 dan naik satu strip di musim berikutnya. ’’Prediksi-prediksi soal di posisi mana kami akan finis justru melecut semangat kami untuk membuktikan kalau itu salah,’’ ucap Lampard.

Masalahnya, start kalah di 1997–1998 berbuah pemecatan bagi pelatih Chelsea kala itu, Ruud Gullit. Legenda Belanda tersebut diberhentikan pada 12 Februari untuk kemudian digantikan pelatih debutan Gianluca Vialli.

Di sisi lain, kebobolan empat gol jelas bukan persiapan yang bagus bagi Lampard dan anak asuhnya dalam menghadapi perebutan trofi perdana. Yakni, menantang Liverpool dalam Piala Super Eropa di Vodafone Park, Istanbul, pada Kamis dini hari WIB (15/8).

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads