alexametrics

Neymar: Meski Tak Setampan Beckham, Kita Pasti Pernah Menirunya

13 Februari 2020, 07:30:48 WIB

JawaPos.com – Superstar Paris Saint-Germain (PSG) Neymar Jr dan tactician Tottenham Hotspur Jose Mourinho tidak kehabisan sensasi sebagai media darling. Yang terbaru, keduanya kompak mencukur habis rambut mereka alias plontos.

Neymar, misalnya. Striker 28 tahun berkebangsaan Brasil itu sebelumnya menyita perhatian karena mengecat rambut jambulnya dengan warna pink. Lalu, kenapa mantan pemain FC Barcelona itu kini memilih plontos? David Beckham alasannya. ”Aku meniru beberapa gaya rambutnya,” ucap Neymar kepada Otro tentang sosok kondang eks pemain timnas Inggris dan Manchester United tersebut.

”Kurasa dia salah seorang role model untuk fashion di dunia. Meski kita tidak setampan dia, kita semua pasti pernah menirunya (gaya rambut, Red),” lanjut Neymar.

Semasa aktif bermain, Beckham memang dikenal doyan ganti-ganti model rambut. Gaya rambut plontos pernah beberapa kali dipakai pria yang akrab disapa Becks tersebut. Itu terjadi pada 2002, 2004, dan 2007. Kecuali warna pink, gaya rambut Neymar yang terinspirasi Becks, antara lain, model spike, mohawk, pompadour, hingga dreadlocks.

Bisa jadi salah satu faktor yang membuat Neymar hengkang dari Barca menuju PSG pada 2017 juga karena mengikuti jejak Becks. Les Parisiens –julukan PSG– merupakan tim terakhir Becks sebelum gantung sepatu pada 2013.

Jika Neymar plontos karena Beckham, Mourinho mencukur habis rambutnya karena ’’kecelakaan’’. Kok bisa? Ya, Mou sejatinya hanya ingin merapikan rambut alias cepak seperti pilihannya selama ini. Tetapi, tukang cukur yang didatanginya tidak memahami maksudnya. Alhasil, seiring pelatih asal Setubal, Portugal, itu tertidur saat dicukur, rambutnya pun ’’disikat habis”.

”Begitu saya terbangun, itu (gaya rambut, Red) terlihat buruk. Mudah-mudahan (rambut saya, Red) bisa tumbuh lagi,’’ tutur mantan pelatih FC Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan United tersebut sebagaimana dilansir The Sun.

Bagi fans Spurs, ada statistik menarik ketika Mou memiliki rambut tipis. Yakni, catatan positif bersama tim asuhannya. Hal itu pernah terjadi ketika The Special One –julukan Mourinho– menangani Chelsea pada musim 2006–2007. Kala itu, The Blues –sebutan Chelsea– dibawa Mourinho memenangi 9 dari 11 laga awal di Premier League.

Pada musim 2013–2014, saat kembali menangani Chelsea, Mourinho kembali mencukur tipis rambutnya dengan meminjam hair clipper milik Fernando Torres. Hasilnya, The Blues memenangi 8 dari 10 laga Premier League.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : io/c17/dns


Close Ads