alexametrics
Serie A Italia

Viviano: Meninggalkan Inter adalah Penyesalan Terbesar dalam Karirku

12 Februari 2020, 20:00:23 WIB

JawaPos.com – ”Meninggalkan Inter Milan adalah penyesalan terbesar dalam karirku,” ungkap kiper Inter pada 2011–2012 Emiliano Viviano kepada La Gazzetta dello Sport, bulan lalu. ”Mereka (Inter) menginginkanku bertahan. Tapi, dalam pikiranku saat itu, aku harus pergi agar tetap bermain,” imbuhnya.

Nah, setelah sembilan tahun mencari peruntungan di enam klub yang berbeda, termasuk separo musim ini menganggur, jalan ”pulang” untuk Viviano pun terbuka, kemarin WIB (11/2). Dilaporkan laman Calciomercato, Viviano sudah menuntaskan rangkaian tes medis di Appiano Gentile, kamp latihan Inter.

Portiere 34 tahun itu diyakini akan menjadi solusi jangka pendek Inter selama absennya il capitano Samir Handanovic. Handa, sapaan karib Handanovic, masih dibekap cedera retak di tulang jari kelingking kirinya sepuluh hari terakhir. Di dua laga Serie A terakhir Handa cuma di bench dan Daniele Padelli yang dipasang.

Tapi laporan media-media Italia salah satunya La Gazzetta dello Sport mengklaim kiper bertinggi 193 sentimeter itu bisa absen antara dua sampai delapan laga ke depan. Padahal, pada kurun waktu sebulan ke depan Inter akan mengarungi tiga ajang berbeda. Serie A, Coppa Italia, dan 32 Besar Liga Europa. Laman FCInternews1908 bahkan mengklaim nama Handa tak akan masuk dalam skuad di Liga Europa jika cederanya tidak pulih lebih cepat.

Meski sudah menyelesaikan tes medis, Inter belum menyodori Viviano kontrak. Kondisi terakhir Handa yang akan jadi penentunya. ”Keputusan (mengontrak Viviano) baru diambil dua hari ke depan,” sebut sumber Calciomercato. Logikanya, jika Handa harus absen lebih panjang dari dua laga, maka Viviano akan mengenakan jersey Nerazzurri lagi.

Jika sudah bisa main saat Inter bertandang ke markas Ludogorets Razgard (21/2), maka tidak ada kiper keempat di skuad Antonio Conte musim ini. Selain Handa dan Padelli, di skuad Inter masih ada Tommaso Berni yang jadi cadangan di Inter sejak 2014 silam. Keputusan Inter yang mempertimbangkan Viviano sudah banyak menuai kritikan.

Selain reputasi blunder semasa di Sampdoria dan SPAL (2014 – 2019), Viviano pun juga lebih akrab sebagai pemanas bench. Termasuk di Inter, nasib serupa pun dia rasakan di Arsenal (2013 – 2014) dan Sporting CP (2018 – 2019). ”Lebih baik menarik (Ionut) Radu,” sebut laman Sempreinter. Meski, kiper pinjaman dari Inter itu sebulan ini “terbuang” ke Parma.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren


Close Ads