alexametrics
Premier League

Fans Ramaikan Tagar Emery Out, Dewan Direksi Arsenal Masih Betah

11 November 2019, 17:00:31 WIB

JawaPos.com – Sudah enam pekan terakhir tagar #EmeryOut bergema di media sosial setiap kali Arsenal bermain tandang. Bagaimana tidak, hasil akhir yang diperoleh The Gunners saat berlaga di luar Stadion Emirates memang mengecewakan. Tidak pernah menang (3 kali seri, 3 kali kalah). Termasuk saat Arsenal tumbang 0-2 oleh Leicester City di Stadion King Power.

Itu adalah laga keempat beruntun di Premier League yang tidak bisa dimenangkan skuad asuhan Unai Emery tersebut. Itu sekaligus kali ketiga The Gunners kalah oleh tim di atas peringkat mereka saat ini (peringkat keenam).

Sebelumnya, Arsenal kalah 0-1 oleh Sheffield United (22/10) yang sampai tadi malam menghuni peringkat kelima. Juga menyerah 1-3 di kandang pemuncak klasemen Liverpool (24/8). Hasil-hasil yang meningkatkan keraguan Gooners –sebutan fans Arsenal– terhadap kapabilitas Emery mengembalikan Arsenal ke ajang Liga Champions musim depan.

Secara peringkat di Premier League, Arsenal memang masih berada di atas dua big six lainnya, Manchester United dan Tottenham Hotspur. Tapi, meski United dan Spurs sedang ”sakit”, produktivitas mereka terjaga alias masih surplus gol. Bandingkan dengan Arsenal yang minus diferensiasi golnya (16-17).

Dan, sampai tadi malam, Emery beruntung. Desakan Gooners yang meminta Emery dilengserkan tak direspons dewan direksi Arsenal. Munculnya nama pelatih Spanyol lainnya, Luis Enrique, sebagai suksesor Emery juga masih sebatas rumor.

Padahal, kekalahan di King Power disaksikan langsung oleh dua petinggi Arsenal. Direktur Sepak Bola Raul Sanllehi dan Direktur Teknis Edu Gaspar. ’’Semua petinggi Arsenal ada di belakang Emery,” klaim The Athletic. ”Emery akan berada di bench dalam laga berikutnya melawan Southampton di Emirates (23/11) dan klub yakin dia mampu mengubah situasi,’’ tulis Football London.

Sikap cuek dari petinggi Arsenal saat ini mengingatkan ketika Gooners mendesak Arsene Wenger mengundurkan diri. Tagar #WengerOut yang bergaung sejak 2016–2017 baru terjadi di musim berikutnya. Itu pun karena Le Professeur –julukan Wenger– yang memilih untuk mengundurkan diri.

Ketika Wenger mundur, statistiknya tidak seburuk Emery saat ini. Bersama El Maestro –julukan Emery– musim ini, Arsenal hanya mengoleksi 17 poin dari 12 matchweek pertama. Itu menjadi start terburuk Arsenal dalam kompetisi kasta atas Inggris sejak musim 1982–1983.

Laga kemarin menjadi laga ke-50 Emery di Arsenal. Ketika sama-sama main 50 laga pertama, Wenger masih lebih baik dari Emery. Emery total mengoleksi 87 poin (25 kali menang, 12 kali seri, dan 13 kali kalah). Satu poin di bawah Wenger. Bahkan, Wenger sudah memenangi gelar Premier League di musim penuh pertamanya pada 1997–1998.

Bomber Arsenal era Wenger, Ian Wright, punya analisis terhadap degradasi performa mantan timnya belakangan ini. Yakni, ”The Arsenal Way” atau Arsenal yang agresif mulai luntur di era Emery. ’’Satu shot on target malam ini! Dua kali menang dari 10 laga Premier League. Tidak ada gaya atau game plan yang definitif. Gol pembeda yang negatif. Tak ada peningkatan dalam bertahan,” cuitnya.

Wright menuding Alexandre Lacazette yang tumpul sejak matchweek keempat dan Pierre-Emerick Aubameyang yang baru bikin satu gol dalam lima laga terakhir menjadi bukti sahih menurunnya agresivitas Arsenal. ”(Dewan direksi Arsenal, Red) harus segera membuat keputusan (terhadap posisi Emery, Red)! Situasinya semakin buruk,” tegas pandit BBC Sport itu.

Dikutip di laman resmi klub, Emery masih konfiden bisa membawa Arsenal keluar dari periode sulit saat ini. ”Bagiku sebagai pelatih, ini tentang meneruskan lebih kuat lagi dan mengimprovisasi pemain kami. Aku telah bicara ke (petinggi) klub agar tetap tenang dan sabar menanti peningkatan dan pemulihan konfidensi pemain,” tutur mantan pelatih Sevilla dan Paris Saint-Germain tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/dns


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads