alexametrics

Legenda Juventus: Begitu Performa Ronaldo Turun, Habislah Juve!

11 Februari 2020, 14:38:47 WIB

JawaPos.com – Gol Cristiano Ronaldo ke gawang Hellas Verona (9/2) bermakna positif dan negatif bagi Juventus. Sisi positifnya, gol pada menit ke-65 itu membuat Ronaldo mampu meneruskan streak gol di Serie A menjadi 10 giornata beruntun atau total 15 gol. Total di Serie A musim ini, Ronaldo menorehkan 20 gol dari 20 penampilan!

CR7 –sebutan Ronaldo – pun menumbangkan rekor David Trezeguet sebagai pemain Juve yang mampu mencatat streak gol terpanjang di Serie A. Trezeguet mencatat streak gol sembilan giornata beruntun saat berkiprah di Serie A 15 tahun silam.

Sisi negatifnya, gol Ronaldo tidak berbanding lurus dengan hasil pertandingan. Juve dipaksa menelan kekalahan ketiga di Serie A musim ini setelah menyerah 1-2 oleh Verona.

Yang juga perlu menjadi catatan bagi Juve, peraih scudetto delapan musim beruntun itu mulai terlena dengan gol-gol Ronaldo. ’’Ancaman CR7-dipendenza mulai terlihat,’’ tulis laman Tuttomercatoweb.

Masifnya peran pemain 35 tahun itu juga terlihat dari jumlah tembakan. Di Serie A musim ini, Ronaldo tercatat sudah melepaskan 112 tembakan. Jumlah tersebut hampir dua kali dari upaya striker Juve lainnya, Paulo Dybala (64 tembakan). ’’Begitu performanya (Ronaldo) menurun, habislah Juve,’’ kritik bek Juve era 1980-an, Luigi De Agostini, kepada Radio Sportiva.

Menurut De Agostini, Ronaldo harus diakui memang tipikal pemain yang dominan. Apalagi, ini adalah musim keduanya berkostum La Vecchia Signora. Tapi, lanjut De Agostini, semestinya pemain Juve lainnya tidak sekadar menjadi cameo.

Ada pengakuan menarik dari kiper Juve Wojciech Szczesny kepada Sky Italia. Di ruang ganti, setelah kekalahan oleh Verrona, Ronaldo mengungkapkan kekecewaan kepada rekan setimnya karena kebobolan dua gol dalam 14 menit terakhir. Keunggulan Juve via gol Ronaldo dibalik Verona melalui Fabio Borini (76’) dan penalti Giampaolo Pazzini (86’).

Allenatore Juve Maurizio Sarri memiliki analisis terkait dengan penyebab tak ada pemain Juve lainnya yang mendekati agresivitas Ronaldo kemarin. Yakni, buruknya akurasi tembakan anak asuhnya. Dari total 15 tembakan, hanya dua yang mengarah ke gawang dan semuanya oleh Ronaldo. ’’Kami terlalu membuang-buang peluang dengan mudah. Itu seperti kebiasaan dan harus segera dihilangkan,’’ kritik Mister 33 –julukan Sarri– seperti dilansir Football Italia.

Saat kalah 1-2 melawan Napoli dalam giornata ke-21 (27/1), ’’penyakitnya’’ kurang lebih sama. Persisnya karena buruknya penyelesaian akhir. Ronaldo mampu mencetak satu-satunya gol Juve hanya dari satu tembakan ke gawang. Sebaliknya, tiga tembakan dari striker Juve lainnya, Gonzalo Higuain, mengarah ke gawang. Tapi, tak ada satu pun tembakan Higuain yang berbuah gol.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c19/dns


Close Ads