alexametrics

Dari Data Statistik, Thibaut Courtois Memang Tak Ahli Adang Penalti

10 November 2020, 22:19:18 WIB

JawaPos.com – Hanya FC Barcelona yang bisa membobol gawang kiper Real Madrid Thibaut Courtois sampai lima kali di La Liga selama dua tahun terakhir. Itu pun terjadi dalam El Clasico pertama Courtois dan berlangsung di Camp Nou (28/10/2018).

Kini Valencia CF mengekornya seiring melesakkan empat gol ke gawang Courtois di Mestalla kemarin (9/11). Tiga di antaranya berasal dari titik penalti dan semuanya dieksekusi dengan sukses oleh gelandang Carlos Soler (35’, 54’, 63’).

Untuk Kiper Terbaik Piala Dunia 2018, gagal menahan setidaknya satu di antara tiga tendangan penalti oleh pemain yang sama jelas-jelas apes. Bahkan, kesialan Si Gurita sudah terlihat dalam penalti pertama.

Penalti pertama sejatinya sudah diberikan wasit Jesus Gil pada menit ke-29 karena handsball Lucas Vazquez.

Tapi, penalti yang dieksekusi Soler itu harus diulang karena video assistant referee (VAR) melihat posisi winger Valencia Yunus Musah masuk ke kotak 16 sebelum tendangan dilakukan. Padahal, Courtois sukses menepis sepakan Soler atau saves penalti pertamanya dalam dua musim terakhir.

Dari semua penalti Soler, Courtois sejatinya tepat menebak arah tendangan. Tapi, gerakan kiper nomor satu timnas Belgia itu memang kalah cepat. ’’Saya tidak tahu (bernasib sial, Red). Saya tidak pernah menghadapi (penalti sampai tiga kali, bahkan empat kali, termasuk yang diulang, dalam satu laga, Red),’’ ucap Courtois kepada Marca.

Berdasar statistik, kiper 28 tahun tersebut memang bukan spesialis penakluk penalti. Dari 40 kali berhadapan dengan tendangan 12 pas, hanya 7 yang berhasil dimentahkannya. Atau, kesuksesannya hanya 17,5 persen.

’’Kami tidak semestinya dihukum (penalti) sebanyak itu. Penalti kedua, misalnya. Saya rasa Maxi (Gomez, striker Valencia CF) yang sebenarnya melanggar Marcelo (bek kiri Real, Red),’’ ungkap Courtois yang sudah kemasukan 96 gol dari 89 pertandingan bersama Real.

Entrenador Real Zinedine Zidane pun kehabisan kata-kata tentang tiga kali hukuman penalti yang diterima timnya. ’’Tiga hukuman penalti dan satu gol bunuh diri (oleh bek Real Raphael Varane, Red). Itu sangat sulit dipahami,’’ ucapnya seperti dilansir Diario AS.

Bagi Zizou, situasi seperti itu adalah hal baru sepanjang karir kepelatihannya. Karena itu, dia tidak mau menganggap kemenangan Los Murcielagos karena klub asuhan Javi Gracia tersebut bermain lebih bagus ketimbang anak asuhnya.

’’Malah, kami yang mengawali laga dengan lebih bagus (unggul dulu melalui gol Karim Benzema pada menit ke-23, Red). Lalu, semuanya berubah setelah penalti,’’ imbuhnya.

Kekalahan kedua hanya dari delapan laga membuat Real melorot dua setrip ke peringkat keempat. Yang menarik, kekalahan pertama di La Liga musim ini (0-1) oleh Cadiz CF (18/10) dialami Los Merengues ketika mengenakan kostum pink. Meski sejatinya bermain di kandang saat melawan Cadiz CF, Sergio Ramos dkk memilih mengenakan kostum pink.

Real sejatinya juga sudah mengenakan jersey pink musim lalu atau saat debut. Yakni, dalam second leg 16 besar Liga Champions di kandang Manchester City (8/8). Hasilnya, Real keok 1-2.

’’Sebaiknya Real tidak memakainya saat bertandang ke Sevilla,’’ tulis sejumlah Madridista di Twitter.

Laga melawan Sevilla (6/12) adalah laga terdekat Real dengan kemungkinan Ramos dkk mengenakan jersey pink. Sebab, Sevilla memiliki warna jersey kandang putih atau sama seperti warna jersey kandang Real.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c19/dns

Saksikan video menarik berikut ini: