alexametrics
Serie A Italia

Juventus vs AC Milan: Bukan Lagi Grande Partita, tapi Sarat Emosi

10 November 2019, 19:05:12 WIB

JawaPos.com – Sejatinya laga Juventus melawan AC Milan masuk kategori grande partita. Bersama Inter Milan dengan raihan 18 scudetto, keduanya merupakan pengoleksi gelar terbanyak (Juve 35 kali dan Milan 18 kali) di Serie A. Tetapi, sejak Milan terlempar dari perburuan juara pada musim 2012–2013, gaung pertemuan keduanya bak turun kasta. Kini Rossoneri bahkan lebih cocok disebut tim medioker yang bergelimang prestasi pada masa lalu. Sedangkan Juve menjadi juara bertahan dengan raihan delapan scudetto beruntun.

Bahkan, gap keduanya makin jauh musim ini. Juve yang kukuh sebagai capolista meraih 29 poin, unggul 16 angka atas Milan yang mengendap di peringkat ke-12. Itu jarak terjauh dalam sejarah pertemuan Milan dengan Juve. Start Milan musim ini dengan menelan enam kekalahan dari sebelas giornata juga yang terburuk dalam 78 tahun terakhir. Apalagi, kepercayaan diri Juve yang sedang tinggi setelah memastikan tiket ke fase knockout Liga Champions sesudah membabat Lokomotiv Moskva 2-1 pada matchday keempat (7/11).

Hanya, pertemuan antara Juve dan Milan yang ke-288 pada giornata ke-12 dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 02.45 WIB) sedikit berbeda. Musababnya adalah kapten Juve Leonardo Bonucci dan striker Gonzalo Higuain.

Ya, laga yang akan dihelat di Allianz Stadium nanti tak ubahnya seperti ajang pelampiasan setelah karir mereka sempat meredup saat memutuskan pergi ke Milan. Bonucci pada 2017–2018, sedangkan Higuain musim lalu.

Bonnibauer –julukan Bonucci– yang menjadi kapten Milan dua musim lalu ternyata gagal bersinar. Milan hanya finis di posisi keenam pada akhir musim. Ironisnya, di final Coppa Italia, Milan dikalahkan Juve dengan skor mencolok 0-4. Padahal, tiga musim sebelumnya dia selalu membawa Bianconeri –julukan Juve– menggamit double winners di ajang domestik. Sadar bahwa karirnya justru mundur bersama Milan, Bonucci memutuskan kembali ke Juve musim lalu dan langsung berujung scudetto pada akhir musim.

Higuain setali tiga uang. Kedatangan Cristiano Ronaldo musim lalu membuatnya terusir dari tim dan bersedia dipinjamkan ke Milan. Tetapi, kebersamaannya dengan Milan hanya bertahan enam bulan sebelum kembali dipinjamkan ke Chelsea. Meski produktivitasnya saat berkostum Milan cukup bagus (8 gol dan 3 assist), Pipita –julukan Higuain– tetap ingin pindah ke The Blues karena ada Maurizio Sarri. Musim ini Sarri menukangi Juve. Meski predikat striker utama masih menjadi milik Ronaldo, setidaknya Higuain sedikit tenang bersama Sarri. Sejauh ini dia sudah mencetak 3 gol dan mencatatkan 3 assist dari 13 laga.

’’Lihat satu saja pertandingan Milan (musim ini, Red) dan bersikap realistis. Saat ini Milan bahkan tidak mampu sekadar bermimpi (mengembalikan kejayaan mereka, Red),’’ ucap eks allenatore Milan dan Juve Fabio Capello kepada La Gazzetta dello Sport.

Kondisi menyedihkan Milan musim ini diperburuk fakta bahwa allenatore Stefano Pioli belum pernah menang saat menghadapi Juve sepanjang karir kepelatihannya. Dari 17 pertemuan, eks pelatih Fiorentina dan Inter itu menelan 14 kekalahan dan 3 seri.

Itulah yang membuat pelatih 54 tahun tersebut termotivasi untuk membukukan vincere perdana melawan Juve dini hari nanti meski peluangnya nyaris nol. Salah satu perubahan yang bakal dilakukan Pioli adalah menerapkan formasi tiga bek. Padahal, sejak diterapkan dua musim lalu, skema tiga bek tidak terlalu berjalan mulus. Buktinya, dari 22 pertandingan di semua ajang, Milan hanya delapan kali menang. Sisanya, tujuh kali seri dan tujuh kali kalah. ’’Kami adalah Milan dan tampil bak tim medioker jelas tidak bisa diterima. Kami harus bisa lebih berkorban demi Milan dengan sejarah besar dan Milanisti,’’ kata wide attacker Milan Suso.

Perkiraan Pemain

Juventus (4-3-1-2): 1-Szczesny (g); 16-Cuadrado, 19-Bonucci (c), 4-De Ligt, 12-Alex Sandro; 8-Ramsey, 5-Pjanic, 14-Matuidi; 11-Costa; 21-Higuain, 7-Ronaldo
Pelatih: Maurizio Sarri

AC Milan (3-4-2-1): 99-Donnarumma (g); 43-Duarte, 13-Romagnoli (c), 68-Rodriguez; 12-Conti, 4-Bennacer, 33-Krunic, 19-Hernandez; 8-Suso, 10-Calhanoglu; 9-Piatek
Pelatih: Stefano Pioli

Wasit: Fabio Maresca
Stadion: Allianz Stadium
Live: RCTI pukul 02.45 WIB
Asian Handicap: 0:1 1/4

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/cak

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads