alexametrics

Toddy Boehly Ingin Tiru The Reds

9 Mei 2022, 12:06:34 WIB

JawaPos.com – Klub Premier League semakin banyak memiliki investor asal Amerika Serikat.

Masuknya Todd Boehly sebagai pemilik baru Chelsea membuat 10 di antara 20 kontestan Premier League musim ini punya penyandang dana asal Negeri Paman Sam.

Sebelumnya ada keluarga Glazer bersama Manchester United, John W. Henry dan Tom Werner dengan bendera Fenway Sports Group (FSG) di Liverpool FC, serta Stan Kroenke (Arsenal) dan ALK Capital (Burnley FC).

Ada pula Wesley Edens yang berdampingan dengan miliarder Mesir Nassef Sawiris di Aston  Villa, trio John Textor-Joshua Harris-David S.

Blitzer (Crystal Palace), 49ers Enterprises-York Family (Leeds United), maupun Silver Lake yang memiliki 10 persen saham di Manchester City dan Albert Smith (8 persen di West Ham United).

Investor AS mengungguli investor asli Inggris yang tersebar di delapan klub.

Sementara itu, investor asal Timur Tengah hanya dimiliki Manchester City (Abu Dhabi United Group), Newcastle United (Public Investment Fund milik Kerajaan Arab Saudi), dan Everton (Farhad Mossiri yang memegang paspor Iran).

Boehly dengan konsorsium Clearlake Capital bersama pemilik klub bisbol LA Dodgers Mark Walter dan miliarder berkewarganegaraan Swiss Hansjorg Wyss sudah menyepakati alih kepemilikan Chelsea senilai GBP 4,25 miliar (Rp 75,9 triliun).

Pemerintah Inggris selaku pemilik sementara setelah Roman Abramovich disanksi sudah memberikan lampu hijau.

”Proses penjualan ditargetkan sudah tuntas pada akhir Mei dengan tunduk pada semua peraturan yang sudah disepakati,” tulis Chelsea dalam laman resminya.

Takeover turut mencakup kandang tim utama Chelsea (Stamford Bridge), kandang tim U-23 dan Chelsea putri (Kingsmeadow), beserta akademi Chelsea putri, maupun pendanaan untuk Chelsea Foundation.

”Perincian lebih lanjut akan diberikan saat proses alih kepemilikan tuntas,” lanjut Chelsea.

Dikutip The Athletic, Toddy –sapaan karib Boehly– merupakan pengagum cara kerja FSG di LFC.

Dalam menjalankan operasionalnya, FSG memegang prinsip keberlanjutan dan menggunakan data untuk menemukan keunggulan kompetitif.

Hal itu berbeda dengan cara kerja yang selama ini diaplikasikan Chelsea era kepemilikan Roman Abramovich. Era Abramovich kerap disebut sebagai era yang tidak mau terlalu lama menunggu proses.

Buktinya, selama dua dekade lebih, Chelsea sudah melakukan 14 pergantian pelatih. Beda dengan cara kerja FSG yang sudah diterapkan di The Reds.

Jurgen Klopp datang ke Merseyside sejak Oktober 2015. Per 28 April lalu, Klopp meneken perpanjangan kontrak sampai musim panas 2026. Jika ditotal, Klopp bisa 11 musim menangani LFC.

Dengan kesabaran dan berproses, LFC telah memanen hasilnya dengan menjuarai Premier League untuk kali pertama dua musim lalu dan memulangkan lagi trofi Liga Champions tiga musim lalu.

Bukan hanya kebijakan terhadap pelatih, kebijakan memburu pemain dalam bursa transfer pun lebih mementingkan jangka panjang.

”Yang akan kita lihat (dengan Boehly, Red) adalah akan ada lebih banyak data analitis, pendekatan yang lebih terukur, dan tetap mengucurkan banyak uang,” kata pakar finansial sepak bola Kieran Maguire kepada Sky Sports.

Boehly sudah menunjukkan loyalitasnya kepada Chelsea dengan duduk di tribun VIP Stamford Bridge saat The Blues ditahan seri 2-2 oleh Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu (7/5).

Sama seperti ketika Abramovich semasa memimpin Chelsea.

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel pun berharap bisa segera berbicara dengan Boehly, khususnya membahas rencana transfer pada musim panas nanti.

”Belum, sampai sekarang pun aku belum berkesempatan untuk bertemu dengannya (Boehly, Red),” kata Tuchel.

Editor : Candra Kurnia

Reporter : ren/c19/dns

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads