alexametrics
Final Liga Champions 2018-2019

Tottenham vs Liverpool, Final Liga Champions Rasa Premier League

9 Mei 2019, 22:01:26 WIB

JawaPos.com – Final Liga Champions 2018-2019 menpertemukan Tottenham Hotspur dan Liverpool, dua klub yang berasal dari negara sama, Inggris. Ya, all English final tersaji di partai puncak ajang antarklub Eropa paling prestisius yang bakal digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019 mendatang.

Bisa dibilang final Liga Champions musim ini rasa Premier League. Maklum saja, Tottenham dan Liverpool tentu sudah ratusan kali bersua di pentas lokal. Para pemain pun saling kenal, bahkan ada yang sama-sama membela Timnas Inggris.

Berdasar Worldfootball, Tottenham dan Liverpool sudah bersua 152 kali di pentas Premier League. Sejauh ini Liverpool mencatat 71 kemenangan, sedangkan Tottenham menorehkan 42 kemenangan. Sementara 39 laga lainnya berakhir imbang.

Di Piala FA, keduanya sudah bersua 7 kali. Liverpool juga unggul dengan 4 kemenangan. Sedangkan Tottenham mencatat 1 kemenangan dan 2 laga berakhir imbang.

Di ajang lokal lain yakni Piala Liga, Tottenham dan Liverpool telah berhadapan sebanyak 8 kali. Di pentas ini Tottenham unggul dengan 4 kemenangan. Liverpool menorehkan 2 kemenangan. Dua laga lainnya imbang. Sementara itu, di ajang Community Shield, kedua tim bersua satu kali dan dimenangkan oleh Liverpool.

Sedangkan di pentas Eropa, keduanya pernah bertemu di ajang Liga Europa 1972-1973 yang masih bernama Piala UEFA. Dalam dua laga, kedua tim sama-sama saling mengalahkan.

Di ajang Liga Champions, untuk pertama kalinya kedua tim bersua dan menariknya langsung terjadi di partai puncak. Liverpool sendiri tentu sudah tak asing dengan atmosfer final Liga Champions. Tim berjuluk The Reds itu sudah 8 kali merasakan final Liga Champions dan ini menjadi final ke-9 kalinya.

Dari 8 final sebelumnya, Liverpool mampu juara sebanyak 5 kali. Itu terjadi pada 1976-1977, 1977-1978, 1980-1981, 1983-1984, dan terakhir pada 2004-2005. Liverpool gagal pada 1960-1961, 1985-1986, dan musim lalu 2017-2018.

Sementara itu, bagi Tottenham ini menjadi final pertama kalinya dalam sejarah di Liga Champions. Namun, mereka pernah tampikl di final di pentas Eropa lainnya yakni ajang Liga Europa dan Piala Winners. Tottenham pernah juara Liga Europa dan Piala Winners.

Final Liga Champions 2018-2019 digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019 (Uefa.com)

All English Final Kedua di Liga Champions

Dalam sejarahnya, ini menjadi all English Final kedua di pentas Liga Champions. Pertama kali terjadi duel sesama tim Inggris di partai final Liga Champions pada musim 2007-2008.

Kala itu, Manchester United bersua Chelsea bertemu di final yang dilangsungkan di Stadion Luzhniki, Moscow. Dalam duel yang dipimpin wasit Lubos Michel, Man United meraih gelar juara usai menang dalam drama adu penalti.

Kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal dan babak perpanjangan waktu. Man United kala itu masih ditukangi Sir Alex Ferguson, sementara Chelsea diarsiteki juru racik asal Israel, Avram Grant.

Incar Trofi Si Kuping Besar Pertama

Bagi kedua pelatih, andai juara akan menjadi trofi pertama di Liga Champions. Baik Juergen Klopp maupun Mauricio Pochettino sama-sama belum pernah juara di ajang ini. Hanya saja, Klopp lebih berpengalaman dibanding Pochettino.

Klopp yang melatih Liverpool sejak 2015 sebelumnya pernah merasakan dua kali final Liga Champions sebagai pelatih. Artinya, ini menjadi final ketiga. Namun, dalam dua final sebelumnya, Klopp gagal menghadirkan gelar juara. Pada 2012-2013, saat masih menukangi Borussia Dortmund, Klopp membawanya ke final Liga Champions. Namun, kalah dari Bayern Muenchen.

Kemudian, musim lalu atau 2017-2018, Klopp membawa Liverpool sampai ke puncak. Namun, The Reds takluk dari Real Madrid dengan skor 1-3. Tentunya, Klopp tak ingin mencatat hat-trick kalah di partai puncak Liga Champions. Dia berambisi membawa Liverpool juara.

Sementara itu, ini menjadi final pertama Pochettino sebagai pelatih di pentas Liga Champions, bahkan Eropa. Juru racik asal Argentina itu jelas tak akan menyia-nyiakannya. Target juara dipatok lantaran kepalang tanggung sudah berada di partai final.

Editor : Edy Pramana



Close Ads