alexametrics
Liga Champions

Abaikan Cibiran, Investasi Real Madrid di Bursa Transfer Kini Bersinar

8 November 2019, 17:30:19 WIB

JawaPos.com – Real Madrid banjir cibiran ketika menghabiskan uang EUR 91 juta (Rp 1,41 triliun) musim lalu. Dana sebanyak itu dipakai untuk membeli dua wide attacker muda, Vinicius Junior dan Rodrygo Goes. Padahal, keduanya belum teruji di Eropa. Perinciannya, EUR 46 juta (Rp 713,1 miliar) untuk Vinicius dan EUR 45 juta (Rp 697,6 miliar) untuk Rodrygo. Itu diperparah dengan melepas Cristiano Ronaldo ke Juventus ’’hanya’’ seharga EUR 100 juta (Rp 1,55 triliun).

Perlahan tapi pasti, Los Merengues bisa menikmati hasil investasi dari dua remaja asal Brasil tersebut. Jika Vinicius langsung memberikan bukti musim lalu dengan mencetak 7 gol dan 13 assist dalam 36 laga di semua ajang, musim ini giliran Rodrygo. Pemain 18 tahun itu juga moncer musim ini yang menjadi musim debutnya di Eropa. Lima gol dan satu assist dalam enam pertandingan adalah bukti sahih bahwa Rodrygo adalah jaminan masa depan cerah Real. Padahal, dia hanya empat kali menjadi starter di laga Real.

Pendar jebolan akademi Santos itu memancar begitu terang kemarin dini hari WIB. Rodrygo mencetak hat-trick ke gawang Galatasaray pada matchday keempat fase grup Liga Champions. Bukan sembarang trigol, melainkan hat-trick sempurna. Yakni, sontekan kaki kiri pada menit ke-4, tandukan menit ke-7, dan sepakan kaki kanan pada injury time. Berkat performanya itu, Madridistas mengelu-elukan namanya sesaat setelah laga usai.

Tiga gol O Raio (Si Petir) –julukan Rodrygo– membantu Los Merengues menang setengah lusin gol tanpa balas pada laga yang dihelat di Estadio Santiago Bernabeu tersebut. Kemenangan itu juga memperbesar kans Real lolos ke fase knockout. Real bisa memastikan lolos jika mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday kelima tiga pekan mendatang (27/11).

’’Semuanya (performa impresif bersama Real, Red) terjadi lebih cepat daripada prediksiku. Tapi, aku harus tetap tenang dan bekerja keras,’’ ucap Rodrygo kepada Marca.

Pemilik postur 174 cm itu kemudian memberikan kredit khusus kepada striker senior Karim Benzema. Menurut dia, bimbingan Coco –julukan Benzema– memudahkan adaptasinya. Itu ditambah bahwa gol ketiganya kemarin juga lahir dari assist Benzema. Lebih jauh, striker asal Prancis tersebut juga menyumbang dua gol pada laga kemarin.

Cap Rodrygo sebagai penggaransi masa depan gemilang Real pun tampaknya tidak berlebihan. Dia versatile sekaligus bisa bermain dengan kaki kanan dan kiri nyaris sama baiknya. Selain sebagai wide attacker kanan dan kiri, Rodrygo bisa mengemban peran sebagai gelandang serang, second striker, dan striker. Tiga golnya kemarin tercipta saat memerankan wide attacker kanan. Padahal, posisi andalannya adalah wide attacker kiri dengan teknik cut inside.

Untuk urusan keluwesan posisi main, Rodrygo sedikit lebih unggul daripada Vinicius. Meski juga bisa bermain sebagai wide attacker kanan dan kiri, Vini cenderung beroperasi di sisi kiri. Buktinya, pemain 19 tahun itu baru mencetak 1 gol dan 1 assist dari 10 laga. Vini juga harus bekerja keras. Sebab, di kiri sudah ada Eden Hazard yang hingga saat ini belum mampu memberikan kontribusi terbaik seperti saat masih berkostum Chelsea dan timnas Belgia.

Meski begitu, progres Rodrygo setidaknya menenangkan entrenador Zinedine Zidane. Zizou –sapaan akrab Zidane– tidak perlu lagi berpikir keras jika Gareth Bale tampil angin-anginan dan kerap cedera. ’’Setiap kali berkesempatan main, dia memanfaatkannya secara maksimal. Permainannya juga enak ditonton meski kami tidak boleh terlalu membebaninya,’’ papar Zidane.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : io/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads