alexametrics
Kualifikasi Euro 2020

Si Gendut Buangan Akademi Arsenal Bersinar Bersama Timnas Belanda

8 September 2019, 20:00:37 WIB

JawaPos.com – Senasib dengan Harry Kane. Ya, itulah yang dialami Donyell Malen di akademi Arsenal. Dia meninggalkan Meadow Park, kamp latihan akademi Arsenal, dengan alasan kegendutan. Di musim panas 2017, dia memutuskan kembali ke Belanda dan membela Jong PSV (tim cadangan PSV Eindhoven).

Nah, kemarin WIB (7/9) dia mengikuti jejak Kane, yakni mencetak gol dalam kualifikasi Euro. Gol si gendut Malen menjadi momentum Belanda untuk bisa mengungguli tuan rumah Jerman. Gol yang membawa namanya masuk daftar pencetak gol termuda dalam laga debut Oranje, julukan timnas Belanda.

Usianya kemarin baru 20 tahun 230 hari. Dia masih kalah muda dengan Ryan Babel yang di laga debutnya 14 tahun silam mencetak gol ketika berusia 18 tahun 97 hari. ”Ini (gol debut bagi timnas Belanda, Red) yang selalu diimpi-impikan setiap anak muda negeri ini,” ucap Malen kepada Fox Sports.

Gol itu sekaligus semakin menahbiskan Malen sebagai bocah ajaib musim ini. Performa teman akrab Matthijs de Ligt dan Justin Kluivert tersebut bersama Boeren, julukan PSV, pada musim ini memang menggila. Dia sudah mengoleksi empat gol plus empat assist di semua ajang. ”Tidak sia-sia aku memanggilnya,” ucap tacticus Belanda Ronald Koeman sebagaimana dikutip Telegraaf.

Malen mengaku tak sempat melihat bola yang diarahkan Georginio Wijnaldum kepada dirinya. ”Aku bahkan sempat terdiam begitu tahu bola itu benar-benar masuk ke gawang,” ungkap pemain yang gaya mainnya dianggap mirip dengan Alexis Sanchez tersebut. Begitu tegangnya, di ruang ganti pun dia masih belum mampu berkata-kata. Termasuk saat diminta memberikan pidato.

Ada tradisi di timnas Belanda yang mewajibkan pemain debutan dihadiahi kelinci. Itulah yang juga didapatkan Malen. Kelinci itu juga yang jadi korban kegugupannya setelah mencetak gol di level senior timnas Belanda. ”Kelinci yang saya pegang jadi seperti sedikit berkeringat,” ungkap Malen, lalu tertawa.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : ren/bas

Close Ads