alexametrics

Hubungan Salah dengan Federasi Sepak Bola Mesir Memburuk

8 Juli 2019, 15:03:59 WIB

JawaPos.Com-Separo laga 16 besar Piala Afrika 2019 benar-benar sarat kejutan. Tuan rumah sekaligus tim tersukses (7 gelar) Mesir dan juara bertahan Kamerun dipaksa angkat koper. Mesir disingkirkan Afrika Selatan 0-1, sedangkan Kamerun juga menyerah dengan kekalahan tipis 2-3 oleh Nigeria.

Melanjutkan kejutan akhir pekan lalu (6/7) ketika tim favorit Maroko takluk oleh Benin via drama adu penalti. Tersingkirnya beberapa tim unggulan itu berpotensi mereduksi gaung edisi ke-32 Piala Afrika.

Sebab, tiga tim yang tereliminasi tersebut menyumbang pemain bintang di klub elite Eropa dan bisa menjadi magnet ajang dua tahunan itu. Beberapa di antaranya adalah Mohamed Salah (Mesir), Mohamed Elneny (Mesir), Hakim Ziyech (Maroko), Eric Maxim Choupo-Moting (Kamerun), dan Andre Onana (Kamerun).

Yang paling terpukul tentu Salah. Kegagalan kemarin membuatnya semakin lama menunggu trofi pertama bagi The Pharaohs sejak debut pada 2011. Padahal, sebelum bintang Liverpool itu masuk skuad, Mesir hattrick kampiun Piala Afrika pada edisi 2006, 2008, dan 2010.

Lebih jauh, hal itu memperburuk hubungan pemain 27 tahun tersebut dengan EFA (Federasi Sepak Bola Mesir). Itu dipicu dengan pembelaan Salah terhadap rekannya di Mesir, Amr Warda yang didepak dari skuad. Padahal, kesalahan Warda lumayan berat.

Gelandang serang yang membela klub Superleague Yunani, Atromitos, itu terbukti melakukan pelecehan seksual kepada banyak perempuan melalui media sosial. Hal itu terkuak setelah beberapa perempuan yang mengaku sebagai korban Warda mengunggah screen capture percakapannya dengan pemain 25 tahun tersebut.

’’Saya percaya bahwa banyak orang yang melakukan kesalahan dapat berubah menjadi lebih baik,’’ bunyi cuitan dukungan Salah terhadap Warda. ’’Selalu ada kesempatan kedua dan kami mendukung Amr Warda,’’ lanjut bintang Liverpool tersebut.

Dukungan tersebut jelas-jelas berseberangan dengan ’’kampanye’’ yang disuarakan Salah sebelumnya. Seperti dilansir Time, Salah kencang bersuara tentang bagaimana menghormati seorang perempuan. Salah, tampaknya, ingin memerangi status Mesir sebagai negara dengan nominal terburuk dalam hal pelecehan seksual. Berdasar survei PBB pada 2013, tercatat 99 persen perempuan Mesir telah mengalami pelecehan seksual. Baik fisik maupun verbal.

Sontak, tidak sedikit yang mengecam Salah. Tapi, dukungan kepadanya juga sangat banyak. ’’Dia (Salah) adalah Tuhan di Mesir secara harfiah. Dia tidak bisa berbuat salah. Anda tahu bagaimana suporter sepak bola,’’ sindir model Inggris-Mesir Merhan Keller.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : io/dns



Close Ads