alexametrics

Satgas Antimafia Bola Intai PS Persibara

8 Januari 2019, 12:45:45 WIB

JawaPos.com – Satgas Antimafia Bola menyasar perangkat pertandingan laga PS Persibara melawan PS Pasuruan sebagai tindak lanjut penyidikan pengaturan skor. Hal ini dilakukan pasca Nurul Safarid, wasit pada pertandingan tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dalam kasus ini, aktor intelektual yang mengatur jalannya pertandingan pasti menghubungi perangkat pertandingan. Karena itu, diyakini bukan hanya wasit yang terlibat.

“Selain wasit, asisten wasit, cadangan wasit, dan pengamat pertandingan,” ujar Dedi di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/1).

Satgas Antimafia Bola Intai PS Persibara
Ilustrasi: Satgas Antimafia Bola menyasar perangkat pertandingan laga PS Persibara melawan PS Pasuruan (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Bahkan, tak menutup penyidikan Satgas Antimafia Bola juga menyasar kepada klub yang mengorder untuk menang. Diketahui dalam pertandingan ini, PS Persibara mengalahkan PS Pasuruan dengan skor 2-0.

“Klub yang mengorder targetnya menang. Lawan targetnya kalah. Ini sistemik dan terstruktur,” imbuhnya.

Namun kata Dedi, pihaknya masih perlu bukti yang cukup untuk mencokok pihak-pihak yang diduga terlibat itu. “Ini akan didalami oleh Satgas secara matang, dikumpulkan alat bukti apabila cukup akan menetapkan kembali tersangka terkait pertandingan tersebut,” sebut dia.

Sekadar informasi, Nurul Safarid diamankan Satgas Antimafia Bola di Garut pada Senin (7/1) kemarin. Dia merupakan wasit yang memimpin pertandingan Persibara Banjarnegara melawan PS Pasuruan.

Nurul Safarid terbukti menerima suap sebesar Rp 45 juta dari mantan anggota Komisi Wasit Priyanto dan anggota Komdis PSSI Dwi Irianto atau Mbah Putih. Keduanya juga sudah diamankan kepolisian dan berstatus tersangka.

Dalam perannya, oknum wasit itu diminta untuk mengatur jalannya pertandingan dengan tujuan memenangkan Persibara Banjarnegara. Atas kelakuannya, Nurul Safarid dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

“Satgas sudah bekerja sama dengan PPATK. Kalau ditemukan aliran dana, bisa dijerat,” pungkas Dedi.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini

Satgas Antimafia Bola Intai PS Persibara