alexametrics

Begini Peran Nurul Safarid, Oknum Wasit Mengatur Skor Pertandingan

8 Januari 2019, 12:25:49 WIB

JawaPos.com – Wajah sepak bola tanah air tercoreng. Adanya dugaan pengaturan skor kompetisi kasta terendah Liga Indonesia bukan isapan jempol belaka.

Laporan awal dibuat oleh manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani pada 19 September 2018 lalu. Satgas Antimafia Bola Polda Metro Jaya pun dibentuk dan bergegas melakukan penyelidikan untuk menangkap satu per satu aktor mafia bola.

Setelah nama Vigit Waluyo yang terindikasi terlibat jaringan mafia pengaturan skor, Satgas Antimafia Bola kembali menangkap aktor lain bernama Nurul Safarid. Dia merupakan seorang wasit yang memimpin jalannya pertandingan kompetisi Liga 3 antara Persibara Banjarnegara melawan PS Pasuruan.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono membeberkan, keterlibatan oknum wasit dalam lingkaran pengaturan skor tersebut yaitu dengan cara menentukan kemenangan salah satu tim sebelum pertandingan dimulai.

“Oknum wasit ini sudah diamankan. Dia terbukti menerima suap sebelum pertandingan dimulai. Tujuannya agar memenangkan tim Persibara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (8/13).

Argo menjelaskan, Nurul Safarid menerima uang suap dari mantan Komite Wasit, Priyanto dan Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto (Mbah Putih) sebesar Rp 45 juta untuk menguntungkan Persibara.

Uang suap itu diberikan secara bertahap kepada Nurul Safarid. Pertama, Priyanto memberikan uang sebesar Rp 30 juta langsung di Hotel Central secara tunai.

Kemudian, setelah pertandingan usai, oknum wasit itu diberikan kembali Rp 10 juta secara tunai oleh Mbah Putih. Sisanya, Rp 5 juta kembali diberikan dengan cara transfer oleh Priyanto sehari setelah pertandingan.

Sejumlah alat bukti yang berhasil diamankan Satgas Antimafia Bola yaitu berupa foto bukti transfer Priyanto ke Nurul Safarid, capture percakapan antara Priyanto dengan Nurul Safarid saat meminta nomor rekening, serta keterangan langsung dari Priyanto dan Mbah Putih.

Hingga saat ini pihak kepolisian sudah menyeret enam nama yang terlibat dalam pengaturan skor. Keenam nama tersebut yaitu, Anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto (Mbah Putih); Anggota Exco sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng; Mantan Komite Wasit, Priyanto berserta anaknya, Anik Yuni Artika Sari; pemilik klub PS Mojokerto Putra (PSMP), Vigit Waluyo; dan terakhir, oknum wasit Nurul Safarid.

Argo menegaskan, hingga kini Satgas Antimafia Bola terus melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dalam pengungkapan kasus pengaturan skor di Liga Indonesia.

“Tim masih melakukan penyelidikan yah, untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Para tersangka pun terancam dijerat dengan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan, Pasal 5 juncto Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Wildan Ibnu Walid

Begini Peran Nurul Safarid, Oknum Wasit Mengatur Skor Pertandingan